Sekolah Digunakan Posko Longsor, Ratusan Siswa Belajar Daring
- 27 Jan 2026 21:33 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung Barat - Bencana longsor yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, memaksa ratusan siswa sekolah dasar menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ). Tiga gedung sekolah dialihfungsikan menjadi posko pengungsian dan dapur umum demi memenuhi kebutuhan warga terdampak bencana
Sekolah yang kini tidak lagi sepenuhnya berfungsi sebagai ruang belajar itu adalah SDN Pasirlangu, SDN Karyabakti, dan SDN Cintabakti. Ketiganya menjadi bagian penting dalam upaya tanggap darurat, mulai dari tempat penampungan korban hingga pusat distribusi logistik.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan KBB, Asep Dendih, mengatakan pemanfaatan fasilitas pendidikan sebagai posko bencana merupakan langkah situasional yang tidak terhindarkan. Menurutnya, keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat menjadi prioritas utama dalam kondisi darurat.
| Baca juga: Antisipasi Laka KA,PT KAI Serahkan Aset JPL |
“Sekolah dimanfaatkan sesuai kebutuhan di lapangan. Ada yang difungsikan sebagai posko pengungsian, ada juga yang menjadi dapur umum,” kata Asep saat meninjau lokasi, Selasa 27 Januari 2026.
Baca juga : Hari Keempat Longsor Pasirlangu, Sembilan Jenazah Korban Dievakuasi
Meski demikian, Asep menegaskan bahwa hak pendidikan anak tetap menjadi perhatian. Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar dialihkan secara daring, dengan guru tetap melakukan pendampingan kepada siswa dari rumah masing-masing. “Proses pendidikan tidak boleh terhenti. Guru tetap mendampingi, dan durasi pembelajaran daring akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan,” ujarnya.
Data Dinas Pendidikan KBB mencatat, sebanyak 190 siswa SDN Pasirlangu 1 dari enam rombongan belajar mengikuti PJJ. Sementara itu, SDN Cintabakti memiliki 80 siswa dan SDN Karyabakti sebanyak 140 siswa, masing-masing juga dengan enam rombongan belajar.
Selain aspek akademik, pemerintah daerah turut menaruh perhatian pada kondisi psikologis siswa yang terdampak bencana. Program pemulihan trauma (trauma healing) akan dilakukan secara kolaboratif antara Kementerian Pendidikan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3AKB) KBB.
Dalam kesempatan tersebut, Asep juga menyampaikan duka cita atas korban jiwa akibat longsor, termasuk dua siswi SDN Karyabakti yang meninggal dunia. “Kami sangat berduka. Ini kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi dunia pendidikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, bantuan dan santunan bagi korban telah disalurkan oleh berbagai pihak, termasuk Dinas Pendidikan KBB, Direktorat Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....