Aktivitas Belajar Mengajar di Subang Terganggu Akibat Banjir

  • 27 Jan 2026 12:15 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Subang : Banjir mengganggu aktifitas belajar dan mengajar para siswa-siswi SD, SMP di Subang. Banjir yang datang setiap tahun, sudah menjadi langganan di sejumlah kecamatan di wilayah Pantura Subang. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang Herry Sopandi, yang sebelumnya pernah menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Subang menyebut, penyebab banjir tak hanya intensitas curah hujan saja. Tetapi juga yang menjadi persoalan mendasar adalah, masalah sidementasi yang terjadi di sejumlah sungai yang ada. 

"Penyebab banjir Pantura itu, yang paling mendasar itu, adalah soal sedimentasi sejumlah sungai yang ada di Pantura,  intensitas curah hujan hanya menjadi salah satu penyebab, bukan sebagai penyebab utama," ungkap Herry Sopandi kepada RRI di Subang, Selasa 27 Januari 2026.

Baca juga : Hari Ketiga Tim SAR Evakuasi Sembilan Kantung Jenazah

Artinya kata dia, normalisasi merupakan hal yang wajib dan mutlak, serta harus dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), yang memiliki kewenangan. Tentang normalisasi tersebut, pihaknya sudah menyampaikan laporan tersebut ke Bupati Subang Reynaldi, dan Bupati pun sudah melayangkan surat ke BBWS. 

"Semoga saja, dalam waktu dekat ini, BBWS secepatnya merespon surat dari Bupati Subang, terkait permintaan normalisasi sejumlah sungai yang ada di Pantura, yang sudah mengalami sidementasi, yang menjadi penyebab utama bencana banjir Pantura tersebut," ujarnya. 

Ia mengungkapkan, sungai-sungai yang perlu segera dinormalisasi, yaitu sungai Cigadung dan Kalensema Pamanukan, sungai Ciasem dan Cijengkol yang ada di Kecamatan Ciasem. Sementara itu, banjir Pamanukan tidak lagi sedahsat sebelumnya, karena paska dibangunnya bendung Sada warna di Cibogo Subang, banjir hanya melanda Desa Mulyasari, itu juga banjir akibat Sungai Cigadung meluap, dan penyebabnya sedimentasi. 

"In Syaa Alloh, jika semuanya sudah di normalisasi oleh BBWS, minimal bencana banjir Pantura bisa diantisipasi, dan anak-anak sekolah pun tidak lagi terganggu," tandas Kadisdikbud Kabupaten Subang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....