PR Sampah Bandung Tak Kunjung Selesai, Begini Kata DPRD

  • 23 Jan 2026 12:20 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Polemik sampah di Kota Bandung kembali mencuat. Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bandung, Agus Andi Setyawan, menilai persoalan ini bukanlah masalah baru, melainkan persoalan menahun yang belum ditangani secara serius.

Menurutnya, kebijakan pengelolaan sampah harus lebih tegas dan konsisten, bukan plin-plan. Agus menegaskan, volume sampah di Bandung yang mencapai 1.500 ton per hari sudah lama menjadi tantangan besar.

"Ini bukan masalah hari ini, tapi masalah lama yang progresnya belum bagus. Kebijakan harus kuat dari Pemerintah Kota Bandung,” ujarnya, Jumat 23 Januari 2026.

Ia juga menyoroti polemik insinerator yang sempat menjadi perdebatan. Menurut Agus, insinerator seharusnya diposisikan sebagai solusi terakhir untuk mengantisipasi residu. “Di Bandung, 60 persen sampah adalah sampah basah. Itu yang harus disikapi dengan baik, bukan langsung mengandalkan insinerator,” jelasnya.

Selain itu, Agus mengkritisi sistem pemilahan sampah yang dilakukan di tingkat RW. Menurutnya, pemilahan seharusnya dimulai dari rumah tangga.

Baca juga : Warga Keluhkan PJO Rusak, Agus: Kita Dorong Kemenhub

“Memilah sampah di RW memang ada petugas, tapi yang benar itu dari rumah tangga. Kalau tidak, hasilnya tidak maksimal,” tegasnya.

Agus menekankan pentingnya melanjutkan budaya Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan) yang digagas almarhum Wali Kota Bandung, Oded M. Danial. “Jargon Kang Pisman itu bagus, jangan sampai dikuburkan. Budaya ini harus terus digemarkan, termasuk komposter, bank sampah, dan loseda di masyarakat,” katanya.

Menurutnya, tanpa kolaborasi dan partisipasi masyarakat, penanganan sampah tidak akan pernah berhasil. Semua dinas harus memiliki program yang jelas ke arah pengelolaan sampah.

“Kalau tidak direncanakan di 2026, maka di 2027 harus fokus. Semua dinas harus punya anggaran untuk mengurai sampah,” ujarnya.

Agus juga menyinggung pengelolaan sampah oleh pihak swasta yang dinilai belum beres. “Caringin, Dago Pakar, dan beberapa titik TPS masih bermasalah. Ini harus segera dibenahi,” katanya.

Dengan berbagai catatan tersebut, Agus berharap Pemerintah Kota Bandung mampu memperkuat kebijakan, melibatkan masyarakat, dan memastikan semua pihak berperan aktif. Tanpa langkah konkret, masalah sampah akan terus menjadi pekerjaan rumah yang tak kunjung selesai bagi Kota Bandung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....