Jelang Ramadan Bakal Ada Bazar Murah di Kota Bandung
- 21 Jan 2026 10:37 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) akan menggelar Bazar Murah Utama (Basmut) di 30 kecamatan se-Kota Bandung menjelang bulan suci Ramadan 2026. Program ini bertujuan untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok serta menjaga daya beli masyarakat di tengah meningkatnya permintaan menjelang puasa.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung, Rony Ahmad Nurudin, mengatakan bahwa pelaksanaan bazar murah tersebut akan dilakukan dalam dua tahap, yakni sebelum Ramadan dan saat Ramadan berlangsung.
“Bazar Murah Utama menjelang bulan puasa akan dilaksanakan di 30 kecamatan. Untuk jadwal pastinya masih kami finalisasi, mulai tanggal berapa akan kami konfirmasi kembali. Yang jelas, pelaksanaannya ada dua tahap, yaitu sebelum puasa dan saat puasa,” ujar Rony, Rabu 21 Januari 2026.
Ia menjelaskan, pelaksanaan bazar akan dilakukan secara bergilir dengan skema tiga kecamatan per hari. Dengan pola tersebut, seluruh kecamatan di Kota Bandung diharapkan dapat terlayani secara merata.
“Dalam satu hari itu biasanya tiga kecamatan. Jadi tidak dibagi 15 dan 15, tapi diatur bergiliran supaya semua kebagian. Kami juga tetap mempertimbangkan kesiapan distributor dan retail yang ikut mendukung kegiatan ini,” katanya.
Baca juga : Pemkot Bandung Siapkan Penamaan Ulang Taman Berbasis Toponimi
Rony mengakui, saat ini pihaknya masih dalam tahap persiapan. Namun, ia menegaskan bahwa bazar murah menjadi agenda rutin Pemkot Bandung yang selalu dinantikan masyarakat, mengingat bulan Ramadan sudah semakin dekat.
“Sekarang masih persiapan. Tidak terasa bulan puasa sudah dekat lagi, jadi kita harus betul-betul siap,” ucapnya.
Untuk komoditas yang dijual, Rony menyebutkan masih berfokus pada kebutuhan pokok masyarakat. Di antaranya adalah beras, minyak goreng, aneka sayuran, serta sejumlah komoditas lain yang disuplai oleh distributor dan jaringan ritel.
“Komoditinya seperti biasa, bahan pokok masyarakat. Ada sayuran, beras, minyak goreng, dan dari retail juga ada beberapa komoditas lainnya. Kita nanti lihat mana yang kira-kira perlu diberikan trigger atau intervensi dari pemerintah,” jelasnya.
Ia berharap, melalui bazar murah ini, harga kebutuhan pokok dapat tetap stabil. Namun jika terjadi kenaikan harga pada komoditas tertentu, Disdagin akan menjadikannya sebagai prioritas penanganan.
“Semoga harganya masih stabil. Kalau misalnya ada kenaikan dari satu komoditas, itu yang akan kita fokuskan,” ucapnya.
Rony mengungkapkan bahwa secara umum konsep Bazar Murah Utama tahun 2026 tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Pemkot Bandung telah merencanakan kegiatan bazar murah sebanyak empat kali dalam setahun atau setiap triwulan, terutama menjelang hari besar keagamaan.
“Kurang lebih sama dengan tahun kemarin. Di tahun 2026 ini kita rencanakan ada empat kali kegiatan dalam empat triwulan, khususnya menjelang hari besar keagamaan,” katanya.
Dalam setiap pelaksanaan bazar, akan dilibatkan sekitar 10 tenant yang berasal dari distributor, pelaku ritel, serta unsur kewilayahan. Selain itu, Disdagin juga menggandeng Perum Bulog dan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN),“Kita bekerjasama dengan Bulog, dan BUMN juga kita ajak sama-sama,” ujarnya.
Terkait harga, Rony memastikan bahwa harga kebutuhan pokok yang dijual dalam bazar murah akan lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. “Nanti kita pastikan harganya di bawah harga pasar, lebih terjangkau untuk masyarakat. Kali ini harga langsung dari distributor,” tandasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....