Operasi Long Weekend, Jangkau 77 Tunawisma Sejumlah Titik
- 16 Jan 2026 15:03 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melaksanakan operasi penjangkauan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) jalanan pada Jumat 16 Januari 2026 dini hari. Operasi ini digelar sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban, kenyamanan, serta citra Kota Bandung selama masa akhir pekan panjang atau long weekend.
Dalam kegiatan yang berlangsung sejak pukul 03.00 WIB hingga sekitar pukul 06.00 WIB tersebut, petugas berhasil menjangkau sebanyak 77 orang tunawisma yang tersebar di sejumlah titik strategis di Kota Bandung.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung, Yorisa Sativa, mengatakan bahwa operasi penjangkauan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Kegiatan dibagi ke dalam dua regu yang bergerak serentak dari titik awal yang berbeda.
“Masing-masing regu terdiri dari unsur Satpol PP, Dinas Sosial, Dinas Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), camat setempat, relawan, pekerja sosial, Linmas, serta Komisi Perlindungan Anak sebagai langkah antisipasi apabila ditemukan anak di jalanan,” ujar Yorisa, Jumat 16 Januari 2026.
Baca juga:Sanksi Pidana Bagi Kepala Daerah Lalai Tangani Sampah
Ia menjelaskan, regu pertama menyusuri kawasan Simpang Lima hingga Masjid Agung Bandung. Sementara itu, regu kedua bergerak dari kawasan Jalan Muhammad Toha dan menyisir jalur-jalur yang telah ditentukan sebelumnya berdasarkan pemetaan lokasi rawan PPKS.
Dari total 77 orang yang terjaring, mayoritas merupakan laki-laki dengan persentase mencapai 84 persen atau sebanyak 65 orang. Sedangkan perempuan tercatat sebanyak 12 orang.
Berdasarkan klasifikasi kategori PPKS, kelompok pemulung menjadi yang paling dominan dengan jumlah 36 orang. Disusul oleh gelandangan sebanyak 31 orang, pengemis 4 orang, lansia terlantar 3 orang, serta anak terlantar sebanyak 3 orang.
Yorisa mengungkapkan, berdasarkan hasil pendataan sementara, sebagian besar PPKS yang terjaring berasal dari wilayah Kota Bandung dan Kabupaten Bandung, masing-masing sebanyak 20 orang. Namun demikian, terdapat pula PPKS pendatang dari berbagai daerah lain di luar Bandung Raya.
“Beberapa di antaranya berasal dari Cianjur, Garut, Kabupaten Bandung Barat, Klaten, Magetan, Lampung, Jakarta Selatan, hingga Medan dan Surabaya. Pendataan kami lakukan berdasarkan KTP, dan untuk yang tidak memiliki identitas dilakukan melalui anamnesis,” jelasnya.
Seluruh PPKS yang terjaring kemudian dibawa dan ditampung sementara di Kantor Dinas Sosial Kota Bandung. Di lokasi tersebut, mereka menjalani proses bimbingan mental, asesmen sosial, serta skrining lanjutan untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.
“Hasil asesmen ini akan menentukan apakah yang bersangkutan dirujuk ke Dinas Sosial Provinsi, dipulangkan ke daerah asal, atau ditempatkan di rumah singgah milik kabupaten/kota lain,” katanya.
Ia menegaskan, keterbatasan daya tampung rumah singgah milik Kota Bandung menjadi alasan perlunya koordinasi lintas daerah dalam penanganan PPKS.
| Baca juga: Pemkot Bandung Siaga Hadapi Libur Panjang |
“Kalau ditampung semua di rumah singgah Kota Bandung tentu tidak akan muat. Karena itu kami perlu berbagi penanganan dengan kabupaten/kota lain dan berkoordinasi agar yang bersangkutan bisa dipertanggungjawabkan kembali kepada keluarganya,” ucapnya.
Berdasarkan hasil penjangkauan, lokasi dengan jumlah PPKS terbanyak berada di kawasan Simpang Lima hingga Masjid Agung Bandung, dengan total 39 orang yang dijangkau hanya dari satu regu. Titik lainnya yang juga terpantau cukup banyak antara lain Jalan Muhammad Toha, Jalan Pungkur, serta kawasan Alun-alun Bandung dan Jalan Asia Afrika.
Yorisa menambahkan, jumlah PPKS yang ada di lapangan sebenarnya berpotensi lebih banyak. Pasalnya, terdapat komunikasi antarkelompok PPKS yang membuat sebagian dari mereka melarikan diri saat mengetahui kedatangan petugas.
“Meski demikian, kami memastikan penertiban dan penjangkauan akan terus dilakukan secara berkelanjutan,” tegasnya.
Selama masa long weekend, Dinas Sosial Kota Bandung bersama tim kewilayahan kecamatan juga akan melakukan monitoring rutin hingga dua kali dalam sehari guna memastikan kawasan-kawasan strategis tetap tertib dan bebas dari aktivitas PPKS jalanan.
“Ini bagian dari upaya edukatif dan preventif. Mudah-mudahan selama long weekend, kawasan strategis seperti Alun-alun Bandung dan Asia Afrika sudah tidak terlihat lagi PPKS di jalanan,” tandasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....