Jabar Tegaskan Diri sebagai Lokomotif Ekonomi Nasional
- 16 Jan 2026 13:11 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Jawa Barat kembali menegaskan diri sebagai lokomotif ekonomi nasional. Sepanjang tahun 2025, realisasi investasi di provinsi ini menembus Rp296,8 triliun atau 109,9 persen dari target yang ditetapkan pemerintah. Capaian tersebut menjadi bukti kepercayaan dunia usaha terhadap iklim investasi di Jawa Barat.
Data Kementerian Investasi mencatat, Jawa Barat menempati posisi tertinggi secara nasional dalam realisasi investasi. DKI Jakarta berada di posisi kedua dengan Rp270,9 triliun, disusul Jawa Timur Rp145 triliun, Banten Rp139,2 triliun, dan Sulawesi Tengah Rp127 triliun. Angka ini menegaskan dominasi Jawa Barat sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai capaian tersebut merupakan hasil dari iklim investasi yang terus dijaga agar tetap kondusif, inklusif, dan berkelanjutan. “Capaian ini adalah bukti bahwa kepercayaan dunia usaha, baik dari dalam maupun luar negeri, terhadap Jawa Barat tetap terjaga. Pemerintah provinsi berkomitmen menciptakan kepastian, kemudahan, dan rasa aman bagi investor,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat 16 Januari 2026.
Secara tahunan, realisasi investasi Jawa Barat pada 2025 mengalami lonjakan signifikan. Angkanya naik 18,21 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp251,14 triliun. Lonjakan ini mencerminkan meningkatnya aktivitas ekonomi serta minat investasi di berbagai sektor strategis.
Dari total realisasi tersebut, Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp147,02 triliun, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp149,8 triliun. Komposisi ini menunjukkan kontribusi yang relatif seimbang antara investor domestik dan asing dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
| Baca juga: Kejari Cianjur Awasi Pelaksanaan Program MBG |
Baca juga:Menteri LH Minta Wali Kota Tegakkan Pengelolaan Sampah
Menurut Dedi, keseimbangan antara PMA dan PMDN menjadi indikator penting bahwa pembangunan ekonomi Jawa Barat tidak hanya bergantung pada modal asing, tetapi juga diperkuat oleh pelaku usaha nasional. “Kita ingin investasi yang masuk benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Tidak hanya angka besar, tetapi juga membuka lapangan kerja, menggerakkan UMKM, dan mendorong pemerataan pembangunan di berbagai wilayah,” jelasnya.
Ke depan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen melakukan pembenahan birokrasi, penyederhanaan perizinan, serta penguatan infrastruktur pendukung investasi. Langkah ini termasuk pengembangan kawasan industri dan peningkatan konektivitas antarwilayah agar investasi semakin terarah dan berdaya guna.
Realisasi investasi yang melampaui target ini dinilai sebagai sinyal positif bagi perekonomian Jawa Barat di tengah dinamika global yang penuh tantangan. Dengan capaian tersebut, Jawa Barat diharapkan tetap menjadi destinasi utama investasi nasional sekaligus berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Ke depan, investasi harus sejalan dengan nilai keberlanjutan, kelestarian lingkungan, dan kearifan lokal. Jawa Barat terbuka bagi investasi, tetapi tetap berpijak pada kepentingan rakyat,” pungkas Dedi Mulyadi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....