Kepadatan Penduduk Fokus Penyehatan Lingkungan Tekan TBC, Stunting

  • 14 Jan 2026 11:25 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung menaruh perhatian serius terhadap upaya penyehatan lingkungan, khususnya di wilayah kelurahan yang memiliki tingkat kepadatan penduduk tinggi. Langkah ini dinilai krusial untuk menekan angka penyakit menular seperti Tuberkulosis (TBC) serta masalah kesehatan lain yang berujung pada stunting.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan bahwa meskipun seluruh kelurahan di Kota Bandung tergolong padat penduduk, persoalan utama yang harus segera ditangani adalah kualitas lingkungan permukiman. Menurutnya, kepadatan tidak hanya terlihat dari jumlah penduduk, tetapi juga dari kondisi fisik bangunan yang saling berhimpitan dan dihuni lebih dari satu kepala keluarga.

“Di Bandung, alhamdulillah semua kelurahannya padat penduduk. Tapi kepadatan itu bisa dilihat dari rapatnya bangunan-bangunan. Di bangunan yang rapat ini, sering kali bisa dihuni lebih dari dua kepala keluarga,” ujar Farhan, Rabu 14 Januari 2026.

Baca juga:Pemkot Bandung Siap Revitalisasi 14 Terminal Tipe C

Ia menjelaskan, kondisi tersebut hampir ditemukan di seluruh kelurahan di Kota Bandung. Situasi ini memunculkan fenomena negative swarming, yakni kepadatan hunian yang berdampak pada buruknya sirkulasi udara, pencahayaan, serta sanitasi lingkungan, sehingga meningkatkan risiko penularan penyakit.

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkot Bandung saat ini memfokuskan penanganan pada dua program utama. Pertama, percepatan penanganan rumah tidak layak huni (rutilahu). Farhan menegaskan, perbaikan rutilahu menjadi salah satu kunci penting dalam menurunkan prevalensi TBC di Kota Bandung.

“Rutilahu ini sangat berkaitan dengan upaya penurunan TBC. Rumah yang sehat akan memperbaiki kualitas udara dan lingkungan, sehingga risiko penularan penyakit bisa ditekan,” katanya.

Program kedua yang menjadi perhatian adalah pembangunan dan perbaikan septic tank. Menurut Farhan, keberadaan septic tank yang layak dan sesuai standar kesehatan berperan besar dalam mengurangi prevalensi diare di masyarakat. Jika dibiarkan, tingginya angka diare dapat berdampak lanjutan pada meningkatnya kasus stunting, terutama pada anak-anak.

“Septic tank ini bagian dari program penting kita. Tujuannya untuk menurunkan diare, karena diare yang tinggi akan berkontribusi pada tingginya angka stunting,” tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....