Belasan Ruas Jalan jadi Prioritas Penataan Kota 2026
- 07 Jan 2026 18:02 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung; Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menetapkan sebanyak 17 ruas jalan sebagai prioritas utama penataan kota pada tahun 2026. Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis untuk mewujudkan Kota Bandung yang lebih tertib, aman, nyaman, dan memiliki nilai estetika yang lebih baik.
Menurut Farhan, penataan kota harus dilakukan secara terencana dan berbasis skala prioritas, mengingat keterbatasan anggaran serta luas wilayah Kota Bandung yang cukup besar.
“Tidak mungkin semuanya kita benahi sekaligus. Dengan kondisi anggaran dan wilayah yang luas, kita harus memilih mana yang menjadi prioritas utama,” ujar Farhan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat menghadiri pelantikan Ketua RT dan RW Kelurahan Sekeloa, Kecamatan Coblong, Rabu (7/1/2026).
Ia menjelaskan, Kota Bandung memiliki lebih dari 1.000 kilometer ruas jalan kota, belum termasuk jalan provinsi dan jalan nasional yang melintasi wilayah kota. Dengan kondisi tersebut, fokus pada ruas-ruas jalan strategis dinilai menjadi langkah paling realistis dan efektif.
Baca juga : Warga Perbatasan Sumedang–Garut Sambut Baik Jalan Mulus Cibugel
Menurut Farhan, penataan terhadap 17 ruas jalan prioritas ini diharapkan mampu memberikan dampak visual dan fungsional yang signifikan bagi wajah Kota Bandung secara keseluruhan. Penataan tersebut tidak hanya berorientasi pada keindahan kota, tetapi juga mencakup aspek kenyamanan pengguna jalan, keselamatan, serta ketertiban ruang publik.
“Cukup 17 ruas dulu. Kalau itu beres, dampaknya akan terasa ke seluruh kota. Warga bisa merasakan perubahan yang nyata,” katanya.
Farhan mengutarakan bahwa Pemkot Bandung saat ini memilih untuk terlebih dahulu membenahi kawasan permukiman sebelum melakukan penataan di koridor-koridor utama kota. Langkah ini dinilai sebagai kebijakan strategis agar hasil penataan lebih berkelanjutan dan langsung dirasakan masyarakat di lingkungan tempat tinggal mereka.
“Ini soal pilihan kebijakan, dan kami memilih yang paling berdampak langsung bagi warga. Kalau lingkungan permukiman sudah tertata, maka penataan di kawasan utama akan jauh lebih efektif,” tandasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....