"Paras Tasik” Bantu Tingkatkan Ekonomi Keluarga
- 20 Des 2025 14:15 WIB
- Bandung
KBRN, Tasikmalaya : Pemerintah Kota Tasikmalaya melaksanakan berbagai program peningkatan perekonomian rakyat. Sejumlah program tersebut diantaranya, Paras Tasik (pengembangan ayam ras Tasikmalaya), Kang Sule (pengembangan budidaya kangkung dan lele), Pak Camat Sule (budidaya pakcoy, cabe, tomat dan subsidi lele), serta apartemen sayur, dan ATM beras bagi warga miskin.
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Chandra mengatakan, program- program tersebut, tentunya tidak hanya diharapkan mampu menekan kemiskinan. Namun kata dia, ini juga diharapkan dapat mengantisi inflasi, termasuk yang disebabkan tingginya harga telur.
“ Termasuk untuk menekan stunting, dengan asupan gizi yang baik,” ucapnya.
Diky juga mengatakan, program tersebut juga nanti akan terkorelasi dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).”ini sekaligus menyikapi program MBG yang banyak membutuhkan banyak makanan termasuk telur dan makanan bergizi lainnya,” ucapnya.
Ia berharap, sejumlah program yang terus digencarkan ini, akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.”kemarin saya melihat langsung program pengembangan ayam ras (Paras) Tasikmalaya di wilayah Kecamatan Cibeureum. Program ini langsung menyasar kepada keluarga,” katanya.
Sementara itu Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Tasikmalaya Cecep Kustiawan mengatakan, program Paras Tasik menyasar langsung kepada keluarga (KK). Sasaran keluarga yang mendapat program ini, merupakan masyarakat yang termasuk dalam kelompok Desil I- Desil IV.
“Jadi pemerintah memberikan bantuan berupa 12 ekor ayam, satu set kandang, dan pakan hingga ayamnya bertelur,” katanya.
Sedangkan untuk jumlah Kepala Keluarga penerima bantuan ini, hingga saat ini masih terus dihitung.” Ya jumlahnya bergantung dari anggaran yang kami terima,” ujarnya.
Program Paras Tasik sendiri lanjut Cecep, bertujuan untuk memenuhi gizi keluarga, menambah pendapatan keluarga, termasuk sebagai upaya dalam menekan angka stunting.”program ini baru berjalab akhir tahun ini. Sehingga baru bisa kita evaluasi di awal tahun,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....