Vaksinasi Rabies di Bandung Didominasi Kucing

  • 13 Des 2025 14:29 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung; Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung terus menggencarkan program vaksinasi rabies sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit zoonosis yang berbahaya bagi hewan maupun manusia. Dari hasil pelaksanaan vaksinasi selama ini, mayoritas hewan yang divaksin rabies di Kota Bandung masih didominasi oleh kucing.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Kota Bandung, Wilsandi Saefuloh, mengatakan kondisi tersebut tidak terlepas dari populasi kucing yang cukup besar di wilayah perkotaan, baik kucing peliharaan maupun kucing liar. Oleh karena itu, kucing menjadi sasaran utama dalam program vaksinasi rabies yang dilakukan DKPP.

“Mayoritas yang divaksin rabies di Bandung memang masih didominasi kucing. Ini karena populasinya paling banyak, termasuk kucing liar yang juga menjadi perhatian kami,” ujar Wilsandi, Sabtu (13/12/2025).

Baca juga:DLH Kota Siagakan Petugas dan Armada Saat Nataru

Selain kucing, DKPP Kota Bandung juga melakukan vaksinasi rabies terhadap hewan lain yang berpotensi menularkan rabies. Hewan-hewan tersebut antara lain anjing, musang, hingga kera. Meski jumlahnya tidak sebanyak kucing, hewan-hewan tersebut tetap masuk dalam cakupan pengawasan dan vaksinasi guna menekan risiko penularan rabies.

Wilsandi menambahkan, khusus untuk kucing liar, DKPP tidak hanya melakukan vaksinasi rabies, tetapi juga disertai dengan program sterilisasi. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pengendalian populasi sekaligus menjaga kesehatan hewan di lingkungan perkotaan.

“Untuk kucing liar, selain vaksinasi rabies, kami juga lakukan sterilisasi. Ini penting untuk mengendalikan populasi sekaligus mengurangi potensi penularan penyakit,” katanya.

Ke depan, DKPP Kota Bandung berencana meningkatkan cakupan dan kualitas program vaksinasi rabies. Pada tahun 2026, program ini akan menjadi perhatian khusus dengan target peningkatan jumlah hewan yang divaksin serta perluasan wilayah pelaksanaan.

“Untuk 2026, pasti akan terus kita tingkatkan. Ini menjadi perhatian khusus. Kami juga berupaya mengajak stakeholder lain untuk terlibat, seperti teman-teman dari provinsi maupun perusahaan obat hewan, agar program vaksinasi ini bisa semakin kuat dan luas, baik dari sisi jumlah maupun wilayah,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....