Banjir Rendam Katapang, Relawan Evakuasi Puluhan Warga

  • 05 Des 2025 14:16 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Ratusan rumah di Kampung Patrol, Desa Cilampeni, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, terendam banjir pada Kamis, 4 Desember 2025. Hujan deras dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak sore meningkatkan debit air secara cepat dan merendam permukiman warga. Selain di wilayah Cilampeni, genangan banjir juga dilaporkan terjadi di sejumlah titik lain di Kabupaten Bandung.

Relawan Kota dan Kabupaten Bandung, Oki, saat siaran di PRO 1 RRI Bandung, Jum’at (5/12/2025) menjelaskan bahwa hujan lebat berlangsung sejak sore hingga malam, disertai kiriman air dari hulu sehingga memperparah kondisi banjir. Ia menyebut genangan tidak hanya terjadi di Cilampeni dan Cicukang, tetapi hampir merata di beberapa wilayah Kabupaten Bandung. Tim relawan gabungan turun ke lapangan sekitar pukul 21.00 WIB untuk melakukan pemantauan dan evakuasi.

Menurut Oki, tim awalnya melakukan evakuasi di Desa Cilampeni, Kecamatan Katapang. “Di Cilampeni kami mengevakuasi delapan kepala keluarga atau sekitar 26 jiwa,” ungkapnya. Setelah itu, tim bergerak menuju Cicukang di Desa Mekarrahayu, Kecamatan Margaasih, dan mengevakuasi dua kepala keluarga tambahan yang rumahnya terendam hingga setinggi pinggang orang dewasa.

Oki menegaskan bahwa banjir kali ini terjadi akibat luapan Sungai Citarum yang tak dapat tertahan karena volume air meningkat tajam. “Ini murni luapan Sungai Citarum. Debit air dari Ciwidey sampai Katapang begitu tinggi sehingga meluap besar,” jelasnya. Ia menambahkan, fokus utama relawan saat ini adalah meminimalkan risiko terhadap warga terdampak.

“Kekhawatiran kami lebih kepada mengurangi dampak dan keselamatan korban, dibanding kondisi alamnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Oki menerangkan bahwa kondisi banjir di Cilampeni mulai surut pada Jumat pagi. Warga dibantu relawan bergotong royong membersihkan rumah dan fasilitas umum yang terdampak banjir. Penanganan lanjutan terus dilakukan untuk memastikan keselamatan warga serta mencegah risiko banjir susulan apabila curah hujan kembali meningkat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....