Ngaliwet: Tradisi Makan Sederhana Ala Sunda

  • 26 Nov 2025 13:58 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Ngaliwet adalah salah satu tradisi kuliner khas masyarakat Sunda yang masih sangat lekat hingga sekarang. Tradisi ngaliwet (atau dikenal juga sebagai Botram) ini dilakukan dengan cara memasak nasi liwet secara bersama-sama, kemudian menyajikannya di atas daun pisang panjang bersama lauk-pauk dan dimakan beramai-ramai.

Ngaliwet berasal dari kata “liwet”, yakni cara memasak nasi dengan santan atau bumbu tertentu dalam kastrol atau panci tradisional. Nasi liwet biasanya diberi tambahan ikan teri, daun salam atau bawang sehingga menghasilkan aroma khas yang gurih dan harum.

Tradisi ini muncul dari kebiasaan masyarakat Sunda di pedesaan yang sering berkumpul untuk makan setelah bekerja di sawah atau saat ada acara keluarga. Karena jumlah orangnya banyak, makanan disajikan di atas daun pisang agar semua bisa duduk melingkar dan makan bareng tanpa sekat.

Tradisi Ngaliwet atau Botram memiliki makna budaya yang cukup kuat, diantaranya mencerminkan kebersamaan dan kekeluargaan dalam kesederhanaan. Ngaliwet sering dilakukan saat panen, acara keluarga hingga syukuran kecil. Momen ini menjadi bentuk apresiasi atas rezeki yang didapat.

Meskipun zaman sudah berubah, tradisi ngaliwet tidak pernah hilang, justru kini semakin populer dan menjadi tren di berbagai tempat. Di era saat ini ngaliwet biasa dilakukan oleh komunitas kampus dan kantor, restoran khas Sunda yang menyediakan “liwetan”, acara keluarga, arisan, ulang tahun, hingga piknik.

Hal ini menunjukan bahwa ngaliwet mampu beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat modern tanpa kehilangan nilai tradisionalnya. Lebih dari sekadar cara makan, ngaliwet adalah simbol kebersamaan, kekeluargaan serta rasa syukur masyarakat sunda.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....