Pemkot Bandung Angkut 100 Ton Sampah TPS Gunung Batu
- 14 Nov 2025 11:22 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung; Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai melakukan percepatan penanganan sampah yang menumpuk di sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS). Langkah ini diawali dengan pengangkutan tumpukan sekitar 100 ton sampah di TPS Gunung Batu Timur, Kamis (13/11/2025) malam. Tumpukan tersebut setara dengan sekitar 200 meter kubik sampah yang telah lama mengendap.
Pengangkutan dilakukan menggunakan satu unit alat berat dan 11 armada truk berkapasitas besar dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung. Upaya ini menjadi bagian dari langkah cepat Pemkot Bandung untuk menormalisasi kembali kondisi TPS di tengah tingginya volume sampah yang dihasilkan masyarakat.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 (PPLB3) DLH Kota Bandung, Salman Faruq, menjelaskan bahwa penumpukan terjadi bukan karena tidak diangkut, melainkan karena volume sampah yang datang setiap harinya jauh melebihi kapasitas angkut.
“Bukan tidak kami angkut, tapi memang diangkut secara bertahap. Hanya saja jumlah sampah yang masuk lebih besar dari kapasitas angkut secara reguler,” ujar Salman, Jumat (14/11/2025).
Menurutnya, dengan pengerahan alat berat dan armada tambahan, pihaknya menargetkan pembersihan signifikan di TPS Gunung Batu Timur. Seluruh sampah yang terangkut akan dibawa ke TPA Sarimukti dengan memanfaatkan kuota pembuangan yang telah diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Salman menambahkan, upaya serupa juga akan dilaksanakan di 10 TPS lain yang teridentifikasi mengalami penumpukan. Lokasi tersebut antara lain TPS Sederhana, Ence Azis, Pasar Gegerkalong, Pasar Ciroyom, kolong Jembatan Pasopati, eks TPA Dago, Ciwastra, dan Sarimadu. Pembersihan total ditargetkan selesai dalam dua minggu ke depan.
“Kami pastikan dua minggu ke depan tidak ada lagi penumpukan atau percampuran sampah di TPS. Karena diidentifikasi terdapat 10 TPS yang sama. Kami juga menerapkan sistem pemantauan cepat untuk mendeteksi titik-titik yang muncul tumpukan sampah liar,” katanya.
Selain pembersihan TPS, Salman juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mengurangi produksi sampah rumah tangga. Ia mengimbau warga menerapkan prinsip 3R reduce, reuse, recycle agar beban TPS dapat berkurang.
“Kalau warga bisa mengolah sampahnya secara mandiri, volume yang masuk ke TPS akan jauh berkurang dan tidak mengganggu lingkungan sekitar,” tandasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....