Sepuluh Tahun Diabaikan, Jalan Desa Selesai Diperbaiki Bupati
- 17 Okt 2025 20:26 WIB
- Bandung
KBRN, Subang: Setelah hampir satu dekade rusak, ruas jalan Desa Blanakan–Langensari sepanjang 200 meter di Dusun Karangjaya, Kecamatan Blanakan, akhirnya rampung diperbaiki. Perbaikan tersebut terealisasi di masa kepemimpinan Bupati Subang Reynaldi bersama Wakil Bupati Agus Masykur Rosyadi.
Bupati Subang Reynaldi menegaskan, kunjungannya ke Blanakan dilakukan untuk memastikan langsung kondisi infrastruktur desa. Ia menargetkan seluruh jalan di Kecamatan Blanakan dapat leucir atau mulus pada akhir tahun ini.
“Ini baru sebagian dari perbaikan yang kami lakukan, bulan ini giliran Langensari, dan mudah-mudahan akhir tahun semua ruas sudah leucir,” ujar Kang Rey di sela peresmian jalan, Jumat (17/10/2025). Menurutnya, pembangunan jalan menjadi prioritas utama dalam mewujudkan Subang Leucir.
Menepis anggapan pembangunan tidak merata, Kang Rey menyebut kehadirannya di Blanakan sebagai bukti pemerataan pembangunan di bawah kepemimpinannya. Pemerintah Daerah Kabupaten Subang bahkan telah menyiapkan dana Rp 8,5 miliar khusus untuk perbaikan jalan di Blanakan.
Baca juga:LRT, Rencana Lama dengan Berbagai Persoalan
“Pembangunan di Subang harus menyeluruh. Ini buktinya, hari ini saya resmikan jalan 200 meter di Blanakan dengan anggaran Rp 8,5 miliar untuk wilayah ini,” tegasnya. Ia berharap, seluruh ruas jalan di Kecamatan Blanakan dapat selesai tepat waktu tahun ini.
Kang Rey juga menegaskan tidak ada wilayah di Subang yang dianaktirikan, termasuk kawasan Pantura. Ia berkomitmen memperjuangkan pemerataan infrastruktur dan pelayanan publik di seluruh wilayah kabupaten.
“Jangan ada lagi yang berpikir Subang Pantura dilupakan, karena masyarakat Pantura adalah bagian dari Subang yang akan terus saya perjuangkan,” ujarnya. Ia menambahkan, komitmen itu sejalan dengan visi Subang Leucir 2027.
Meski menghadapi tantangan berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat, Kang Rey memastikan program pembangunan tetap berjalan. Ia melakukan efisiensi anggaran dengan memangkas kegiatan nonprioritas seperti perjalanan dinas dan konsumsi.
“In Syaa Allah, Subang Leucir 2027 tetap berjalan walau ada pemangkasan dana. Saya potong anggaran makan minum dan kegiatan seremonial agar dana jalan tidak terganggu,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....