RSUD Bandung Kiwari Gelar Simulasi Penanggulangan Kebakaran
- 09 Okt 2025 12:40 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung; Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bandung Kiwari menggelar Simulasi Penanggulangan Bencana Kebakaran sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi keadaan darurat di lingkungan rumah sakit. Kegiatan ini diikuti oleh 60 peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai unit kerja di RSUD Bandung Kiwari.
Simulasi tersebut digelar untuk memastikan seluruh tenaga kesehatan, staf, dan petugas pendukung memiliki kemampuan dan kesiapan dalam menghadapi situasi darurat, khususnya kebakaran yang berpotensi membahayakan pasien dan pengunjung.
Direktur RSUD Bandung Kiwari Arief Budiman menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari amanah undang-undang serta bagian dari standar akreditasi rumah sakit, yang mewajibkan pelatihan tanggap bencana dilakukan minimal satu kali setiap tahun.
“Tindak lanjut dari simulasi ini, RSUD Bandung Kiwari melatih semua staf dalam tanggap bencana, terutama kebakaran. Pelatihan ini dilakukan minimal satu tahun sekali. Dampak positifnya, seluruh karyawan dapat memahami tugas pokok dan fungsinya apabila terjadi kebencanaan, termasuk penggunaan APAR, hidran, dan prosedur evakuasi,” jelas Arief, Kamis (9/10/2025).
Arief menambahkan, rumah sakit memiliki tanggung jawab ganda, yaitu memastikan keselamatan pasien dan pengunjung, sekaligus menjamin keamanan seluruh tenaga kesehatan dan staf di lingkungan kerja. Karena itu, kegiatan simulasi tidak hanya bersifat formalitas, melainkan juga pembentukan budaya tanggap bencana yang melekat di seluruh elemen rumah sakit.
Baca juga : Masalah Penglihatan-Kebutaan, Masih Menjadi Tantangan di Indonesia
Sementara itu, Ketua Komite Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) Dikdik Heri Heryanto, S.Kep., Ners., menuturkan bahwa simulasi kebakaran ini juga merupakan bagian dari pemenuhan akreditasi rumah sakit sekaligus instruksi langsung dari Wali Kota Bandung agar seluruh fasilitas layanan publik siap menghadapi situasi darurat.
“Skenario yang dilakukan adalah evakuasi pasien dari lantai terjauh, yaitu lantai 12, menuju titik kumpul yang telah ditentukan. Di sana dilakukan pemeriksaan dan pencatatan kehadiran. Semua petugas dilatih agar tetap tenang, cepat, dan terkoordinasi,” ucapnya.
Kegiatan ini juga diisi dengan simulasi penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), pengoperasian hidran, hingga evakuasi pasien berkebutuhan khusus, termasuk pasien hamil dan bayi dalam inkubator. Selain itu, para petugas keamanan (security) dilatih untuk segera berkoordinasi dengan tim pemadam kebakaran, sementara tim engineering bertugas memutus aliran listrik sebagai langkah antisipasi.
Peserta simulasi tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Beberapa mengaku latihan ini memberikan pengalaman berharga dan meningkatkan rasa percaya diri dalam menghadapi potensi kebakaran.
“Perasaan saat mengikuti simulasi ada deg-degan dan senang, karena dengan latihan ini kami tidak akan terlalu panik saat kejadian sesungguhnya,” ujar salah satu peserta.
Sementara itu, perwakilan dari Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) RSUD Bandung Kiwari, Rona Lariga Rohman, menegaskan pentingnya kesiapan mental dan disiplin prosedur bagi seluruh tenaga kesehatan.
“Manfaat dari kegiatan simulasi ini sangat besar. Kita menjadi lebih siap secara mental dan teknis. Bencana memang tidak bisa diprediksi, tapi dengan latihan seperti ini, kita bisa menyiapkan diri kapan pun itu terjadi,” tandasnya.
Melalui kegiatan simulasi ini, RSUD Bandung Kiwari berharap seluruh staf dapat memahami dan menjalankan perannya dengan cepat dan tepat jika terjadi bencana. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, tangguh, dan responsif terhadap keadaan darurat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....