Kebakaran di Cimahi Diduga Akibat Sisa Pembakaran Tungku
- 20 Sep 2025 20:43 WIB
- Bandung
KBRN, Cimahi: Sebuah rumah tinggal di kawasan permukiman padat di Jl. Haur Koneng RT 04 RW 07 No. 42/84, Kota Cimahi, dilalap si jago merah pada Sabtu (20/9/2025). Api menghanguskan area seluas kurang lebih 30 meter persegi. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh sisa pembakaran dari tungku tradisional yang tidak dipadamkan secara sempurna.
Kepala Seksi Pemadam Kebakaran pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Cimahi, Aep Mulyana, menyampaikan bahwa peristiwa terjadi sekitar pukul 19.00 WIB.
Berdasarkan keterangan saksi, sebelumnya pemilik rumah diketahui menggunakan tungku kayu untuk memasak air di dekat area gudang.
“Diduga ada bara api yang masih menyala dan tidak sepenuhnya padam. Kemungkinan bara tersebut terbang terbawa angin dan memicu kebakaran,” ungkap Aep.
Kejadian bermula saat salah seorang pegawai rumah, Ati, melihat kepulan asap disertai kobaran api yang mulai membesar. Ia kemudian segera melaporkan insiden tersebut kepada Ketua RT setempat dan menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Baca Juga: Kebakaran Hanguskan Satu Rumah Tinggal di Cimahi Tengah
Petugas dari Regu 2 Diskar PB Cimahi diterjunkan ke lokasi dan tiba pukul 19.10 WIB. “Proses pemadaman berlangsung sekitar 22 menit. Api berhasil dikendalikan dan tidak menjalar ke bangunan lain,” kata Aep.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Namun, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 50 juta. Rinciannya, kerusakan bangunan diperkirakan sebesar Rp 20 juta dan kerusakan isi rumah sekitar Rp 30 juta.
Aep mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dalam menggunakan peralatan masak tradisional, terutama tungku yang menggunakan bahan bakar kayu.
“Pastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan area dapur. Ini penting demi mencegah terjadinya kebakaran yang bisa berakibat fatal,” ucapnya.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan di lingkungan tempat tinggal, termasuk menyediakan alat pemadam api ringan (APAR), memastikan ventilasi cukup, serta mengenal jalur evakuasi apabila terjadi keadaan darurat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....