Okupansi Hotel Bandung Tertinggi di Jabar

  • 18 Sep 2025 11:56 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung; Tingkat hunian (okupansi) hotel di Kota Bandung tercatat berada di atas rata-rata Jawa Barat. Namun, dari sisi pendapatan (revenue), hotel-hotel di Bandung dinilai belum sepenuhnya pulih.

Ketua Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPD PHRI) Jawa Barat, Dodi Ahmad Sofiandi, mengatakan rata-rata okupansi hotel di Bandung mencapai 50 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata Jawa Barat yang hanya 41 persen.

“Hotel bintang 4–5 di pusat kota bisa mencapai 60–65 persen, tapi di kawasan pinggiran hanya sekitar 30–40 persen. Bandung lebih tinggi karena banyak kegiatan,” ujar Dodi, Kamis (18/9/2025).

Baca juga: Peran Satpol PP Penting, Ini Arahan Mendagri Tito

Meski okupansi relatif stabil, Dodi menyebut bahwa pendapatan hotel belum kembali normal. Hal ini terutama dipengaruhi sektor MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) yang masih belum maksimal pasca-pandemi.

“Secara okupansi tidak drop jauh, tapi revenue memang turun. MICE belum maksimal, meski hotel bintang dua dan tiga sudah mulai bergerak berkat dukungan pemerintah kota,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Badan Promosi Pariwisata Kota Bandung, Arief Bonafianto, menilai dukungan event dan promosi menjadi kunci agar pariwisata tetap bergairah. PHRI bersama pelaku usaha hotel dan restoran pun kerap memberikan diskon khusus saat ada acara besar di Bandung.

“Kami sering memberi diskon khusus untuk event agar lebih menarik. Ini langkah kecil yang bisa membantu perputaran ekonomi. Tapi tentu kami berharap ada kebijakan yang lebih mendukung dari pemerintah,” ucapnya.

Arief juga menekankan perlunya regulasi yang lebih fleksibel serta tambahan anggaran untuk mendukung kegiatan pariwisata.

“Event-event besar jelas mendatangkan wisatawan, tapi tanpa dukungan anggaran yang memadai, upaya promosi pariwisata tidak bisa maksimal,” katanya.

Meski masih ada sejumlah tantangan, Arief mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Bandung yang dinilai aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk menarik wisatawan.

“PHRI siap mendukung penuh, karena kunci pariwisata itu event. Selama event terjaga, okupansi akan ikut terdongkrak,” tandasnya.

Dengan tingkat okupansi yang relatif lebih tinggi dibandingkan daerah lain, Bandung dinilai masih memiliki potensi besar untuk mengembangkan sektor pariwisata. Namun, dukungan terhadap kegiatan MICE, regulasi, serta promosi dinilai penting agar recovery industri perhotelan lebih optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....