Pemprov Kawal Pembangunan Proyek Nasional di Jabar
- 17 Sep 2025 16:12 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung: Pemerintah Provinsi Jawa Barat bakal mengawal penuh pembangunan jalan tol, mulai dari penetapan lokasi (Penlok) hinga penyiapan tenaga kerja. Hal itu seiring rencana pemerintah pusat yang menyiapkan lelang pembangunan jalan tol baru, melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) pada 2026.
Dari total 19 proyek yang direncanakan, tiga di antaranya berada di Jawa Barat, yakni Bandung Intra Urban Tol Road (BIUTR), Tol Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap (Getaci) dan Tol Patimban.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan peran penting Pemprov Jabar bersama pemerintah kabupaten/kota, untuk menyukseskan pembangunan infrastruktur strategis nasional tersebut.
“Pertama dari penetapan lokasi (Penlok). Jadi, karena proyek ini ada di lingkungan Jabar, maka penetapan lokasi untuk pembebasan lahan itu ada di Pemprov Jabar,” ujar Dedi, Rabu, (17/9/2025).
Dia menjelaskan, Penlok untuk tiga proyek tol ini sejatinya telah ditetapkan sejak beberapa tahun lalu. Namun, perlu dilakukan peninjauan ulang untuk memastikan apakah masih sesuai dengan keputusan gubernur sebelumnya atau membutuhkan penyesuaian.
Selain Penlok, Pemprov Jabar juga berperan dalam proses persiapan, mulai dari perencanaan hingga pembebasan lahan. “Dalam proses konsultasi publik, sosialisasi, sampai dengan pendataan lahan yang akan dibebaskan dalam proyek ini, itu menjadi peran kedua Pemerintah Provinsi dalam dukungan terhadap proyek ini,” katanya.
Baca Juga: Pembangunan Tol Baru di Jabar Ditargetkan Rampung 2029
Tak hanya soal lahan, pemerintah daerah juga diminta menyiapkan konektivitas jalan yang terhubung dengan tol, baik berupa interchange, jalan arteri, maupun akses pendukung lainnya.
“Apakah itu interchange-nya kalau jalan tol, kalau kemudian jalan arterinya atau jalan pendukung lain. Jadi, konektivitas jalan untuk mendukung proyek strategis nasional,” ucap Dedi.
Pemprov Jabar pun diarahkan untuk mengembangkan titik-titik ekonomi baru yang beririsan dengan proyek tol. Salah satu contohnya adalah kawasan Patimban yang diproyeksikan sebagai pusat industri sekaligus pelabuhan strategis.
“Nah ini kawasan-kawasan yang kita dorong sesuai dengan tata ruang, itu kita optimalkan pada saat proyek strategis nasional ini, dibuat atau dibangun,” katanya.
Pada tahap konstruksi maupun operasional, Pemprov Jabar juga akan menyiapkan tenaga kerja lokal agar dapat berkontribusi langsung terhadap pembangunan.
“Keenam, ini juga tidak kecil ya, bahwa supporting terhadap bahan baku dari proyek strategis nasional ini menjadi konsen, misalnya untuk memenuhi kebutuhan pasir, kerikil, batu sebagai bahan baku untuk pembangunan jalan, kemudian untuk pembangunan jembatan, dan lain sebagainya,” katanya.
“Setidaknya enam itu yang kemudian menjadi peran Pemerintah Provinsi di dalam mendukung pembangunan proyek strategis nasional, baik yang di Cekungan Bandung maupun di Rebana,” tandasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....