Makna Peribahasa Sunda “Ngaliarkeun Taleus Ateul”
- 30 Agt 2025 16:04 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung: Masyarakat Indonesia tentunya sudah tidak asing dengan Peribahasa. Disaat ingin menyampaikan pesan atau sesuatu yang ingin dimengerti oleh orang lain, penggunaan Peribahasa dijadikan alternatif agar pesan bisa lebih mudah dimengerti.
Hal yang menjadi faktor munculnya peribahasa di Indonesia adalah karena di dalam peribahasa tersirat unsur sistem budaya masyarakat yang berkaitan dengan norma atau nilai-nilai, petunjuk, aturan dan pandangan hidup yang menjadi acuan bagi masyarakat.
Masyarakat Sunda mengenal peribahasa Sunda "Ngaliarkeun Taleus Ateul" yang mengandung makna mendalam terkait dengan larangan atau nasihat untuk tidak menyebarkan kabar bohong atau hal yang tidak benar yang dapat merugikan orang lain. Ngaliarkeun memiliki arti menyebarkan atau memberitakan, sedangkan Taleus ateul memiliki arti talas atau keladi yang gatal. Talas yang gatal jika dipegang atau disebarkan akan menyebabkan rasa gatal yang tidak nyaman.
Budaya Sunda memiliki banyak nilai Kasundaan yang melekat dan diterapkan dalam prinsip-prinsip kehidupan. Nilai atau aturan yang berpedoman pada kebenaran, bekerja sesuai tugasnya, melakukan kebajikan dan memelihara kesejahteraan.
Oleh karena itu, peribahasa ini mengumpamakan menyebarkan berita buruk seperti menyebarkan talas gatal, yang akan menimbulkan keburukan dan keresahan bagi orang-orang di sekitar kita. Maknanya, zaman sekarang populernya didominasi hoaks. Jika semua orang berpegangan pada pepatah ini, mungkin hoaks tidak ramai digunakan untuk merugikan orang lain.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....