Makna Ayam Dalam Prosesi Pabetot Betot Bakakak

  • 30 Agt 2025 15:01 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Bakakak hayam (ayam bakar atau goreng utuh) menjadi sesaji utama dalam acara adat Sunda. Upacara adat Pabetot-Betot Bakakak merupakan salah satu tradisi khas dalam pernikahan masyarakat Sunda yang memiliki makna mendalam.

Ayam dipilih dalam acara Pabetot Bakakak karena merupakan simbol utama dalam upacara pernikahan adat Sunda yang melambangkan doa untuk mendapatkan rezeki dan kebersamaan dalam rumah tangga. Tarikan ayam bakakak menyimbolkan perjuangan suami dan istri yang harus saling bekerja sama dan berbagi dalam menghadapi tantangan kehidupan berkeluarga.

Prosesi ini dilakukan sebagai bagian dari pernikahan adat Sunda, saat pasangan pengantin secara bersamaan menarik atau memperebutkan ayam bakakak yang telah disiapkan. Tradisi ini tidak sekadar sebagai bentuk perayaan, tetapi juga mengandung filosofi penting tentang kehidupan berumah tangga yang penuh dengan tantangan dan kerja sama.

Makna utama dari Pabetot-Betot Bakakak adalah menggambarkan keseimbangan dan keharmonisan dalam kehidupan pernikahan. Ayam bakakak yang ditarik oleh kedua mempelai melambangkan perjuangan suami dan istri dalam menjalani kehidupan bersama.

Bagian ayam yang lebih besar akan jatuh kepada salah satu mempelai, yang secara simbolis dianggap sebagai rezeki atau keberuntungan yang lebih besar. Makna yang lebih dalam adalah bagaimana pasangan suami istri harus saling berbagi, bekerja sama, dan menerima segala sesuatu dengan lapang dada dalam menjalani kehidupan berkeluarga.

Proses berebut ayam yang utuh ini mencerminkan filosofi bahwa rezeki yang diperoleh harus dibagi dan dinikmati bersama oleh suami dan istri, serta mengajarkan nilai-nilai kerja sama, berbagi, dan keharmonisan dalam pernikahan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....