Payung Agung Dalam Tradisi Pernikahan Adat Sunda

  • 30 Jul 2025 14:17 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Dalam tradisi pernikahan adat Sunda, kita sering melihat Payung yang berukuran besar dengan dihiasi berbagai asesoris sehingga payung tersebut terlihat begitu indah. Payung tersebut biasanya berwarna emas, warna yang melambangkan keagungan dan oleh masyarakat Sunda biasa disebut Payung Agung.

Payung agung dalam pernikahan adat Sunda adalah simbol penting yang melambangkan perlindungan, kehormatan, dan kemakmuran bagi pengantin. Payung ini digunakan dalam berbagai tahapan upacara, seperti penyambutan pengantin (mapag panganten), prosesi menuju pelaminan, dan upacara saweran.

Payung agung melambangkan perlindungan dari segala marabahaya dan halangan, baik secara fisik maupun spiritual, bagi kedua mempelai. Selain itu, Payung Agung digunakan mulai dari memayungi calon pengantin pria pada saat datang ke tempat calon pengantin wanita. Penggunaan payung agung menunjukkan penghormatan terhadap pengantin, keluarga, dan tradisi adat.

Makna harapan dalam Payung Agung adalah berkaitkan dengan harapan akan kehidupan rumah tangga yang sejahtera dan penuh berkah. Sedangkan dalam upacara saweran, payung agung menjadi tempat berteduh bagi pengantin saat menerima taburan dari para tamu, melambangkan berbagi kebahagiaan dan rezeki.

Payung agung dalam pernikahan adat Sunda bukan sekadar aksesori, tetapi sebuah simbol penting yang sarat akan makna dan nilai-nilai tradisional. Keberadaannya menambah keindahan dan kekhidmatan dalam setiap tahapan upacara pernikahan, serta menjadi pengingat akan pentingnya perlindungan, kehormatan, dan doa restu dalam membangun rumah tangga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....