Jampe Indung Dalam Kebudayaan Sunda

  • 30 Jul 2025 13:59 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Jampe Indung terdiri dari dua kata, dalam bahasa Indonesia Jampe memiliki arti Do’a dan Indung memiliki arti Ibu. Jadi secara harfiah, Jampe Indung adalah Do’a dari seorang Ibu, dalam hal ini terkait do’a yang biasa dipanjatkan oleh ibu untuk anak-anak yang dicintai.

Dalam kebudayaan Sunda, Indung bukan hanya ditujukan untuk ibu secara biologis, tetapi juga merupakan simbol dari berbagai aspek kehidupan. Dalam mitologi Sunda, tokoh seperti Sunan Ambu dan Nyi Sri Pohaci (Dewi Sri) melambangkan sifat-sifat keibuan, penjaga, dan pemberi kehidupan.

Jampe Indung diberikan kepada anak dari mulai anak masih di dalam kandungan, dilahirkan, dan hingga tidak ada batas waktu anak bertumbuh. Indung atau ibu di daerah Sunda, terbiasa memberikan do’a atau Jampe kepada anaknya dalam berbagai aktivitas.

Ketika memandikan anak, menyusui, ngeyong (mengayun anak ketika anak mau tidur), dan aktivitas lainnya. Salah satu jampe atau do’a yang biasa diucapkan indung atau ibu kepada anak adalah “sing Pait daging, Sing Pahang Tulang”, dalam arti semoga pahit daging dan tulang yang memiliki bau tak enak.

Jampe tersebut memiliki makna agar anak kuat secara lahir dan batin. secara lahir jampe tersebut tertuju agar anak kuat fisiknya, tidak mudah sakit, tidak mudah terluka ketika jatuh, dan jenis-jenis lainnya. Sedangkan secara batin, jampe tersebut adalah do’a agar anak kuat dalam menghadapi segala sesuatu yang akan terjadi didalam kehidupan.

Dengan demikian, "Jampe Indung" dalam kebudayaan Sunda memiliki makna yang sangat kaya dan mendalam, melampaui sekadar hubungan ibu dan anak, dan mencerminkan nilai-nilai luhur seorang ibu untuk anaknya dalam do’a-do’a nya. Meskipun zaman terus berubah, nilai-nilai luhur yang terkandung dalam "jampe indung" tetap relevan dan penting untuk dilestarikan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....