Makna Baju dari Bunga Melati dalam Prosesi Siraman
- 30 Jun 2025 14:15 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung: Dalam upacara adat Sunda, salah satu elemen yang khas dan sarat makna dalam prosesi siraman adalah pakaian calon pengantin yang terbuat dari rangkaian bunga melati. Pakaian ini biasanya dikenakan oleh calon pengantin perempuan, berupa roncean melati yang disusun rapi membentuk seperti kemben atau selendang.
Penggunaan bunga melati tidak hanya untuk mempercantik tampilan, tetapi memiliki fungsi simbolis yang mendalam, sebagai lambang kesucian, keharuman akhlak, dan kesiapan lahir batin menuju jenjang pernikahan. Melati, sebagai bunga yang harum namun sederhana, melambangkan ketulusan, kesucian hati, dan keanggunan seorang perempuan.
Dalam konteks siraman, pakaian dari bunga melati menjadi simbol bahwa calon pengantin sedang berada dalam proses pembersihan diri, baik secara fisik maupun spiritual. Keharuman bunga melati juga dianggap sebagai doa agar calon pengantin kelak menjadi istri atau suami yang harum namanya, dihormati, serta membawa kebaikan bagi keluarga yang dibentuknya.
Pemakaian busana ini menjadikannya sebagai pusat perhatian dalam ritual siraman, ketika keluarga dan kerabat menyaksikan simbol pelepasan masa lajang. Secara estetika, rangkaian melati memberikan kesan sakral dan anggun, dan penuh doa dalam prosesi tersebut.
Dengan demikian, penggunaan pakaian dari bunga melati dalam prosesi siraman bukan sekadar tradisi turun-temurun, tetapi memiliki makna filosofis yang mendalam. Ia merepresentasikan keindahan yang sederhana namun penuh nilai spiritual, menjadi simbol kesiapan, kesucian, dan harapan akan masa depan yang baik bagi calon pengantin. Tradisi ini pun menjadi salah satu kekayaan budaya Sunda yang terus dijaga dan diwariskan dengan penuh makna.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....