Pemkot Bandung Bentuk Tim Khusus Awasi SPMB 2025

  • 23 Jun 2025 11:19 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung; Pemerintah Kota Bandung memperketat pengawasan terhadap proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025 dengan membentuk tim khusus berlapis. Tim ini melibatkan unsur sekolah, Dinas Pendidikan (Disdik), serta tim yustisi yang dikomandoi langsung oleh Wakil Wali Kota Bandung.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa pengawasan ketat ini bertujuan untuk memastikan proses seleksi berjalan secara jujur dan adil. Selaim itu juga agar bebas dari praktik kecurangan, termasuk jual-beli kursi.

“Intinya, tidak boleh ada jual-beli kursi. Kalau ketahuan, langsung diproses sebagai tindak pidana. Baik yang memberi maupun yang menerima akan diproses hukum,” ujar Farhan, Senin (23/6/2025).

Baca juga : NHI Dorong Pariwisata Inklusif dan Berkelanjutan Melalui FPS 2025

Farhan juga menyampaikan seluruh kepala sekolah SD dan SMP negeri di Kota Bandung bersama panitia SPMB, akan menandatangani pakta integritas. Tujuannya sebagai bentuk komitmen menjaga proses seleksi yang bersih dan transparan.

Selain pengawasan internal, Pemkot Bandung juga mendorong partisipasi masyarakat untuk aktif melaporkan jika menemukan indikasi kecurangan. Farhan menegaskan bahwa pihaknya bersama aparat penegak hukum siap menindaklanjuti setiap laporan yang masuk.

“Yang terpenting, kami dan pihak kepolisian belum menemukan bukti adanya transaksi. Tapi kalau masyarakat menemukan, segera laporkan. Kami pasti akan tindak lanjuti,” katanya.

Sebagai langkah antisipatif terhadap kendala teknis, seperti gangguan server saat pendaftaran online, Pemkot Bandung juga telah menyiapkan sistem cadangan. Langkah itu untuk memastikan kelancaran proses SPMB.

Menanggapi langkah-langkah tersebut, Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi, menyambut baik upaya preventif yang dilakukan oleh pemerintah. Ia berharap, proses SPMB tahun ini bisa berlangsung lebih baik dan tertib dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Harapannya, proses SPMB di Kota Bandung tahun ini lebih baik. Sistem domisili seharusnya mempermudah sekaligus memperjelas,” ujarnya.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....