NHI Dorong Pariwisata Inklusif dan Berkelanjutan Melalui FPS 2025

  • 23 Jun 2025 10:35 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung; Industri pariwisata Indonesia pada 2025 dihadapkan pada tantangan sekaligus peluang besar. Tren global kini mengarah pada wisata berbasis pengalaman budaya (cultural immersion), di mana Indonesia dengan kekayaan alam dan budayanya memiliki potensi luar biasa.

Dalam rangka menjawab tantangan tersebut, Program Studi Destinasi Pariwisata Politeknik Pariwisata NHI Bandung menggelar kegiatan Diseminasi Field Project Study (FPS 2025 di Convention Hall Poltekpar NHI Bandung, Senin (23/6/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari kurikulum semester enam yang bertujuan mengimplementasikan ilmu teori ke dalam praktik nyata.

Direktur Poltekpar NHI Bandung, Dr. Masatip, MM.Par., CEE, menjelaskan bahwa mahasiswa ditugaskan untuk melakukan diseminasi hasil penelitian dan kegiatan lapangan di sejumlah destinasi wisata. Lokasi yang menjadi objek kajian antara lain Taman Komodo, Sawalunto, Kuningan, dan beberapa desa wisata lainnya.

"Kami berharap melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat memberi masukan serta solusi kepada para pemangku kepentingan, baik pemerintah, pelaku industri, maupun masyarakat lokal, khususnya dalam hal keberlanjutan pariwisata," ujar Anwari, Convention Hall Poltekpar NHI Bandung, Senin (23/6/2025).

Anwari menekankan bahwa keberlanjutan (sustainability) merupakan kunci utama dalam pengelolaan pariwisata ke depan. "Itu menjadi salah satu syarat untuk bersaing di level internasional. Kami pun sudah menerapkan prinsip sustainable tourism sejak lama dan telah mendapat sertifikasi terkait hal tersebut," katanya.

Program ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memahami isu-isu seperti pengelolaan sampah, lingkungan hidup, wisata ramah Muslim, dan pemberdayaan masyarakat melalui UMKM sektor mikro.

Sementara itu, Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ir. Martini Mohamad Paham, MBA, mengapresiasi pelaksanaan FPS 2025 yang rutin diselenggarakan setiap tahun.

"FPS tahun ini mengusung tagline C90 for Inclusive and Quality Tourism. Hasil dari proyek ini diharapkan dapat memperkuat pembangunan pariwisata yang inklusif dan berkualitas. Mengingat masih terdapat kesenjangan dalam pemikiran serta perbedaan kepentingan di kalangan pemangku kepentingan, maka dibutuhkan kontribusi nyata dari mahasiswa melalui kajian ilmiah dan praktik lapangan,” katanya.

Ia menambahkan, melalui FPS, mahasiswa didorong untuk menawarkan solusi operasional terhadap isu-isu pengembangan pariwisata di berbagai daerah. Sekaligus mengimplementasikan tridharma perguruan tinggi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

" Dengan hasil kajian yang melibatkan unsur pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat, Poltekpar NHI Bandung berharap output FPS ini dapat menjadi rujukan strategis dalam perumusan kebijakan dan arah pembangunan pariwisata yang berkelanjutan di Indonesia," ucapnya.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....