Filosofi dari Perabotan Tradisional Tampah
- 17 Apr 2025 07:48 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung: Kebanyakan orang Jawa Barat terutama Suku Sunda jaman dulu, tentunya tidak asing lagi dengan yang namanya Nyiru, ada juga yang menyebut dengan sebutan Tampah, atau Penampi, yaitu perabotan rumah tangga yang terbuat dari anyaman bambu yang fungsinya untuk menampi atau membersihkan beras.
Selain untuk menampi beras, Nyiru juga digunakan untuk menaruh dan menyimpan jajanan kudapan, bahkan tampah juga sering digunakan untuk menyimpan tumpeng, menjemur kerupuk kerak atau kerupuk gendar, hingga sekarang sebagaian masyarakat Indonesia masih menggunakan perabotan ini, karena selain murah juga praktis dalam penggunaanya.
Ternyata Tampah ini mempunyai arti filosofis, kata Tampah sendiri berasal dari bahasa jawa, dalam budaya Jawa tampah bukan hanya sekedar perabotan semata, Tampah berasal dari kata "Tampa" artinya menerima, yang memiliki makna menerima pemberian yang didapat dalam kehidupan.
Sedangkan kaitannya dengan kegiatan menampi/membersihkan beras yang bertujuan memisahkan dari kotoran sedangkan beras menggunakan Tampah sebagai penyaring, mempunyai makna bahwa manusia diharapkan bersikap seperti tampah yang dapat menyaring segala yang diterima dalam kehidupan dengan cara bisa menyaring hal yang buruk dan menerima hal yang baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....