Sekilas Perkembangan Seni Calung di Jawa barat

  • 17 Feb 2025 08:27 WIB
  •  Bandung

KBRN,Bandung: Tahukah anda kesenian Calung? merujuk kepada kata calung, adalah alat musik purwarupa jenis idiofon yang terbuat dari bambu, alat musik ini awalnya berkembang di Masyarakat Jawa Barat khususnya Sunda, pengertian ini calung selain alat musik, juga melekat dengan sebutan seni pertunjukkan, yaitu seni Calung, ada dua bentuk calung yang dikenal yaitu calung rantay dan calung jingjing.

Merujuk pada kamus Sunda-Inggris yang berjudul "Dictionary of the Sunda language" karya Jonathan Rigg, Calung adalah alat musik kasar berupa setengah lusin potongan bambu yang diikatkan pada seutas tali, seperti anak tangga, digantung dan disadap dengan sepotong kayu.

Pada perkembangannya jenis Calung yang dikenal dan sejak lama hidup di masyarakat Sunda pada umumnya adalah jenis calung jingjing, menurut salah seorang perintis Seni Calung yaitu Ekik Barkah, bahwa Calung jingjing dikemas sedemikian rupa karena diilhami dari bentuk permainan dalam pertungukkan reog yang memadukan unsur tabuh, gerak dan lagu, Seni Calung pertama kali di pertunjukkan di Departemen Kesenian UNPAD pada tahun 1962, yang kemudian tahun tahun selanjutnya seni Calung semakin berkembang dengan munculnya group-group calung fakultas lainnya.

Group calung angkatan 1965 banyak di libatkan dalam penyuluhan pertanian pada proyek Bimas SSBM( KABAR) pada waktu itu, salah satunya mengisi siaran pedesaan di RRI Bandung, kemudian selanjutnya bermunculan group calung dimasyarakat Bandung, seperti layung sari, Ria Buana dan Glamour pada tahun 1970,serta group calung yang lainnya, Sehingga seni Calung melahirkan idola pemain calung seperti Tajidin Nirwan, Odo, Uko Hendarto, Adang Cengos dan Hendarso.

Pada perkembangannya kesenian calung begitu pesat sehingga waditra atau alat calung sudah mulai ada penambahan seperti korek, kacapi, piul bahkan sudah dilengkapi keyboard dan gitar, unsur vocalnya menjadi sangat dominan, sehingga melahirkan vocalis calung terkenal seperti Adang Cengos dan Hendarso, walaupun kedua tokoh ini sudah meninggal dunia, tapi karyanya dikenang sampai sekarang oleh generasi dan anak muda yang bergelut dalam dunia Seni Calung.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....