Keindahan Awan Inspirasi Terciptanya Tari Titi Surya

  • 08 Feb 2025 17:02 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Seorang Pencipta baik Tari atau pun Musik bisa terinspirasi dari apa saja untuk menciptakan karyanya. Baik dari pengalaman pribadi atau pun pengalaman orang lain yang diceritakan kepadanya, dengan daya cipta yang dapat membuat karyanya disenangi dan bahkan bermanfaat untuk masyarakat luas.

Tari Titi Surya diciptakan tahun 2023 oleh Riyana Rosilawati, S.Sen.,M.Si (Dosen Fakultas Seni Pertunjukan Jurusan Tari Institut Seni Budaya Indonesia Bandung), dengan Komposer Dr. Lili Suparli, M.Sn. Beberapa gerak dalam Tari Titi Surya diambil dari koreografi tari Sulintang yang diciptakan oleh R.Cece Soemantri.

Tari Titi Surya bercerita tentang gambaran Awan yang selalu berubah, tidak Statis atau dinamis. Berawal dari Riyan yang seorang ibu rumah tangga yang melakukan aktivitas menjemur pakaian setiap hari sebelum berangkat kerja. Sebelum menjemur pakaian selalu melihat dulu bagaimana keadaan alam yang mendung atau matahari bersinar terang dengan awannya yang indah.

Setelah dipastikan cuaca terik, baru Riyan menjemur pakaian. Disaat menjemur pakaian melihat ke langit dengan awan yang begitu indah dengan bentuk yang bermacam-macam, disoroti cahaya matahari terlihat awan bergerak berubah ubah. Dari situ Riyan merasa terinspirasi dan tertarik sehingga mengingatkannya akan kenangan masa kecil ada sebuah lagu yang diciptakan oleh Ibu Sud yang menceritakan tentang awan yang indah.

Lalu munculah ide untuk membuat tarian tentang indahnya awan yang bergerak berubah ubah dengan di visualkan oleh penari perempuan dengan berkelompok. Maka tari Titi Surya divisualkan dengan tari kelompok yang terdiri dari penari perempuan. Makna untuk kehidupan dalam Tari Titi Surya ini mencerminkan bahwa Manusia harus Pasrah, tabah dan senantiasa bersyukur kepada takdir dan juga kodratnya dari Yang Maha Kuasa, seperti awan yang iklas pasrah dengan bentuk yang senantiasa berubah-ubah.

Maksud dan tujuan Riyan dalam menciptakan Tari Titi Surya adalah agar masyarakat tau bahwa diluar Jaipongan ada tari-tarian yang gerakannya seperti yang telah diciptakan oleh R. Cece Soemantri. Riyan pun merangsang kepada generasi muda agar semakin semangat untuk berkarya. Kreativitas adalah Jantung Seni. Tanpa ada kreativitas, karya seni hanya akan menjadi pengulangan dari karya seni yang sudah ada sebelumnya. Dengan adanya kreativitas dapat memunculkan ide inovasi yang tidak hanya sekedar duplikasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....