Prestasi Gemilang Cakanti di Festival Jaipongan Galuh Pakuan
- 29 Des 2024 21:20 WIB
- Bandung
KBRN, Subang: Sanggar Seni Cakanti Manik Pakuan berhasil meraih prestasi digelaran Festival Jaipongan kreasi Galuh Pakuan cup seri VIII tahun 2024 yang dilaksanakan di GOR Gotong Royong, Kabupaten Subang, sejak Senin hingga Kamis (23 – 26/12/2024), yang diikuti sekitar 3.000 peserta se-Indonesia.
Kegiatan ini di selenggarakan oleh Galuh Pakuan, dengan memperebutkan piala bergilir dari Kementrian Kebudayaan, KOMINFO, Rektor UPI dan Dirut LPP RRI, dengan total hadiah sebesar 250 juta rupiah.
Dibawah pimpinan ibu Susanti, yang lebih di kenal dengan nama Ambu Susan, Cakanti berhasil meraih juara harapan 3 tunggal kadet, juara harapan 1 kategori Tunggal junior, juara 2 kategori group junior dan terpilih sebagai koreografer terbaik. Hal ini disampaikan Ambu Susan kepada RRI, Kamis ( 26/12/2024 ).
“Cakanti mengirimkan beberapa peserta dalam setiap kategori diantaranya yaitu : kategori tunggal kadet, kategori tunggal junior, kategori tunggal senior, kategori group pemula, dan kategori group junior. Alhamdulillah berhasil meraih sebagai juara harapan 3 tunggal kadet, juara harapan 1 kategori tunggal junior, juara 2 kategori group junior dan terpilih sebagai koreografer terbaik,” ujarnya.
Ambu Susan menyampaikan rasa syukur dan kegembiraannya atas apa yang telah diperoleh dari hasil kerja keras sanggarnya, sehingga bisa berhasil mendapatkan beberapa kejuaraan dalam Festival Galuh Pakuan tahun ini.
“Alhamdulillah bersyukur atas pencapaian yang diraih saat ini, ini hadiah akhir tahun yang luar biasa buat kami yang meraih 4 kejuaraan dalam ketegori yang berbeda beda," katanya.
Ambu susan menyampaikan harapannya untuk kemajuan sanggar Cantika di waktu yang akan datang, dengan lebih fokus dan belajar dari kesalahan yang terdahulu.
“ Harapannya pasti untuk kami pasti ingin lebih baik dari apa yang sudah di raih saat ini dan terus belajar dari apa yang menjadi kesalahannya, selalu fokus untuk belajar dan mengejar prestasi bukan sensasi," ujarnya.
Lebih lanjut Ambu Susan mengajak generasi muda untuk lebih mencintai seni sunda khususna seni tari jaipongan.
“ Sebagai generasi penerus, sudah saatnya kita lebih peduli terhadap seni tradisional, termasuk Jaipong. Tidak hanya sebagai bentuk hiburan, namun juga sebagai sarana untuk memahami sejarah, kebudayaan, dan kearifan lokal,: ajaknya.
“ Melalui latihan dan apresiasi terhadap tari Jaipong, kita bisa merasakan kedekatan dengan budaya nenek moyang sekaligus memperkenalkan seni ini ke dunia yang lebih luas. Mari kita berperan aktif dalam mempelajari, mengajarkan, dan mempopulerkan tari Jaipong kepada teman-teman dan keluarga kita. Dengan begitu, kita turut berkontribusi dalam melestarikan warisan budaya yang sangat berharga ini," tandasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....