Tim KKN ITB Berhasil Atasi Krisis Air Bersih

  • 27 Sep 2024 16:57 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Tim KKN Tematik kelompok 5 Institut Teknologi Bandung (ITB), yang dikenal dengan nama Aqua Heroes dan slogannya "Your Water Warriors", berhasil mengatasi krisis air bersih di Kampung Cigorowek, Dusun III, Desa Parungbanteng, Purwakarta.

Ketua kelompok Aqua Heroes, Arvino Caesario A. P. mengatakan masyarakat Kampung Cigorowek menghadapi masalah serius terkait air bersih, terutama selama musim kemarau.

“Saat musim kemarau, sumber air seperti sumur galian dan sungai mengering, menyebabkan warga harus mengambil air dari sungai yang kering untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Arvino, Jumat (27/9/2024).

Masyarakat memberikan dukungan penuh, baik dalam bentuk tenaga, doa, maupun dukungan moral, yang mempercepat proses pembangunan. Banyak warga yang secara tiba-tiba membantu, bahkan menyediakan makanan, menunjukkan respons positif yang sangat mendukung kelancaran program.

Lokasi Kampung Cigorowek dipilih karena merupakan area dengan krisis air bersih yang parah selama musim kemarau.

“Kami memilih lokasi ini karena memang merupakan salah satu yang paling membutuhkan. Saat ini, sekitar 108 jiwa di Kampung Cigorowek merasakan manfaat langsung dari proyek ini,” kata Arvino.

Ke depan, ada rencana untuk menambah jangkauan distribusi air agar semua warga, dari bayi hingga lansia, dapat menikmati manfaat tersebut.

Selain program utama, tim Aqua Heroes melaksanakan berbagai kegiatan sosial seperti sosialisasi awal, Focus Group Discussion, revitalisasi masjid serta berbagai kegiatan untuk anak-anak seperti mengajar dan lomba menyambut Hari Kemerdekaan.

“Kami ingin memastikan bahwa proyek ini tidak hanya memberikan manfaat praktis tetapi juga mempererat hubungan dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan tambahan,” ujarnya.

Dukungan dari mitra sponsor, Jasa Raharja dan Coca-Cola, sangat berperan dalam keberhasilan proyek ini.

“Jasa Raharja dan Coca-Cola memberikan dukungan dana dan bantuan teknis seperti pembuatan flowmeter. Mereka juga meminta pemaparan mengenai peran Jasa Raharja kepada warga,” katanya.

Melalui pengalaman ini, mahasiswa KKN mendapatkan pengetahuan dan pengalaman berharga, termasuk cara mendeteksi air di bawah tanah, memahami lapisan air dan tanah yang ada di dalam bumi, serta proses pembuatan dak beton untuk reservoir.

“Pengalaman ini memberikan kami wawasan tentang tantangan di lapangan dan cara mengatasi masalah dengan cara yang efektif. Kami berharap masyarakat terus merawat dan memanfaatkan sumber air ini dengan baik,” kata Arvino, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....