Baju Lebaran, Tradisi di Era Tren Digital

  • 18 Mar 2026 20:33 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Lebaran merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat, khususnya umat Islam setelah menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Di Indonesia, perayaan ini memiliki berbagai tradisi unik yang menjadi ciri khas, salah satunya adalah kebiasaan membeli baju Lebaran.

Tradisi membeli baju Lebaran berakar dari anjuran dalam ajaran Islam untuk mengenakan pakaian terbaik saat merayakan Idulfitri. Seiring berjalannya waktu, anjuran tersebut berkembang menjadi kebiasaan masyarakat untuk membeli pakaian baru menjelang hari raya.

Sejarah kebiasaan ini bahkan telah berlangsung sejak lama, salah satunya tercatat pada tahun 1596 pada masa Kesultanan Banten. Pada masa itu, mengenakan pakaian baru saat Lebaran dianggap sebagai simbol kembali ke fitrah yang melambangkan kesucian hati, kebahagiaan, dan harapan akan kehidupan yang lebih baik.

Meskipun membeli baju baru bukan merupakan kewajiban dalam ajaran agama, tradisi ini telah menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Indonesia. Banyak keluarga menjadikannya sebagai cara untuk merayakan hari kemenangan sekaligus mempererat kebersamaan.

Tradisi ini juga turut didorong oleh perkembangan industri fesyen dan strategi promosi dari berbagai pusat perbelanjaan. Tidak heran jika menjelang Lebaran, pusat perbelanjaan dipenuhi berbagai penawaran menarik yang menjadikan momen ini sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

Salah satu pemandangan yang kerap terlihat adalah ramainya pusat perbelanjaan sejak sekitar sepuluh hari sebelum Lebaran. Suasana tersebut sering kali dipenuhi pengunjung yang berdesak-desakan demi mendapatkan pakaian terbaik untuk dikenakan saat hari raya.

Namun seiring perkembangan teknologi, cara masyarakat membeli baju Lebaran pun mulai berubah. Banyak orang kini memilih berbelanja secara daring melalui berbagai platform digital karena dianggap lebih praktis dan sering menawarkan berbagai promo menarik tanpa harus berdesak-desakan di pusat perbelanjaan.

(Penulis : Riska Nurrahmawati).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....