BMKG Bandung Gelar Pemantauan Hilal Besok di Al-Biruni Unisba
- 18 Mar 2026 12:52 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung akan melaksanakan pemantauan hilal dalam rangka penentuan awal bulan Syawal 1447 Hijriah pada Kamis 19 Maret 2026. Kegiatan rukyat tersebut dipusatkan di Observatorium Al-biruni Universitas Islam Bandung, serta dilakukan serentak di 35 titik pengamatan lain di seluruh Indonesia.
Kepala BMKG Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa pengamatan hilal akan memanfaatkan teleskop terkomputerisasi yang terintegrasi dengan sistem teknologi informasi. Proses perekaman dilakukan menggunakan detektor yang mengikuti posisi bulan di ufuk barat, kemudian data hasil pengamatan dikirim ke server pusat BMKG dan disiarkan secara daring.
“Pengamatan di wilayah Bandung direncanakan berlangsung sekitar pukul 18.00 WIB. Karena konjungsi terjadi sebelum matahari terbenam, maka rukyat dilakukan setelah matahari terbenam pada hari tersebut,” ujar Teguh, Rabu 18 Maret 2026.
Berdasarkan data BMKG, ketinggian hilal saat matahari terbenam di wilayah Indonesia berada pada rentang 0,91 derajat hingga 3,13 derajat. Sementara di Bandung, tinggi hilal tercatat sekitar 1 derajat 33 menit 33 detik untuk ufuk hakiki dan 2 derajat 32 menit 6 detik untuk ufuk mar’i. Adapun elongasi hilal di Indonesia berkisar antara 4,54 derajat hingga 6,1 derajat, dengan nilai di Bandung mencapai 5 derajat 9 menit 27 detik.
Selain itu, umur bulan saat matahari terbenam diperkirakan berada pada rentang 7,41 jam hingga 10,44 jam, dengan posisi di Bandung sekitar 9,62 jam. Fraksi iluminasi bulan juga relatif kecil, yakni antara 0,13 persen hingga 0,22 persen di Indonesia, dan sebesar 0,20 persen untuk wilayah Bandung.
Dari sisi kondisi cuaca, BMKG memperkirakan wilayah Bandung akan mengalami kondisi berawan sejak siang hingga sore hari. Hal ini dinilai dapat memengaruhi visibilitas hilal saat proses rukyat berlangsung.
“Dengan ketinggian hilal yang rendah dan kondisi cuaca yang berawan, peluang hilal untuk dapat diamati di Bandung relatif kecil,” kata Teguh.
BMKG juga menyediakan layanan siaran langsung bagi masyarakat yang ingin mengikuti proses pengamatan hilal secara daring. Sementara itu, untuk penetapan resmi awal Syawal 1447 Hijriah, masyarakat diimbau menunggu hasil sidang isbat yang akan diumumkan pemerintah pada malam hari 19 Maret 2026, serta memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....