Buka Puasa Bersama Santri, MT Al-Jabbar 86 Hidupkan Malam Lailatul Qodar
- 11 Mar 2026 19:30 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Dalam keheningan malam Ramadan yang kian menua menuju penghujungnya, cahaya kebersamaan menyala di Masjid TSM Bandung pada Selasa 10 Maret 2026. Majelis Taklim Al-Jabbar 86 menggelar buka puasa bersama anak yatim, santri pondok pesantren, sekaligus rangkaian ibadah iktikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadan, khususnya di malam-malam ganjil yang penuh kemuliaan.
Sebanyak 217 santri binaan hadir dalam kegiatan yang sarat makna itu. Mereka tidak hanya duduk bersama dalam satu hamparan hidangan berbuka, tetapi juga berbagi harapan, doa, dan semangat untuk menjemput keberkahan Ramadan.
Kegiatan sosial ini bukanlah hal baru bagi para anggota Majelis Taklim Al-Jabbar 86. Setiap tahun, mereka konsisten menyalurkan santunan kepada santri binaan, anak yatim piatu, dan kaum dhuafa. Bagi para member, Ramadan adalah waktu terbaik untuk merajut kepedulian dan memperluas kebaikan.

Ketua MT Al-Jabbar 86, H. Andri Wilman, menjelaskan bahwa kegiatan ini berangkat dari semangat mengikuti tuntunan Rasulullah SAW untuk memperbanyak ibadah di malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir Ramadan.
“Sebagaimana perintah Rasulullah, mulai malam ke-21 Ramadan kita dianjurkan meningkatkan ibadah. Malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir ini diyakini sebagai waktu turunnya kemuliaan malam Lailatul Qadar,” ujar Andri.
Menurutnya, kegiatan buka puasa bersama ini juga menjadi sarana berbagi inspirasi dan menanamkan nilai kebaikan kepada para santri binaan serta sesama anggota majelis taklim.
“Kita mengajak 217 anak yatim dan santri untuk berbagi kebahagiaan. Salah satu amalan yang dianjurkan adalah memberi makan kepada orang yang berpuasa. Dari sini kita belajar bahwa kebaikan selalu bisa dimulai dari hal sederhana,” katanya.
MT Al-Jabbar 86 sendiri terdiri dari berbagai latar belakang profesi dan kalangan masyarakat. Meski berbeda-beda, mereka dipersatukan oleh satu visi yang sama: menegakkan ketakwaan kepada Allah SWT serta menumbuhkan generasi yang berakhlak dan berilmu.
Selain santunan, majelis taklim ini juga memiliki tradisi Ramadan yang menyentuh hati. Para pimpinan pondok pesantren diajak untuk membelikan baju Lebaran bagi para santri. “Setahun sekali mereka merasakan baju baru untuk Lebaran. Hal sederhana, tetapi bagi mereka menjadi penyemangat,” ungkap Andri.
Tak hanya itu, MT Al-Jabbar 86 juga menjalankan program pembinaan santri untuk menghafal Al-Qur’an 30 juz. Hasilnya pun mulai terlihat. Beberapa santri berhasil menuntaskan hafalan tersebut hanya dalam waktu enam bulan. “Alhamdulillah sudah ada santri yang mencapai target itu. Ini menjadi kebanggaan dan bukti bahwa dengan dorongan bersama, hal besar bisa tercapai,” katanya.
Bagi Andri, pembinaan generasi muda adalah investasi jangka panjang yang harus terus dijaga. Ia menilai umat Islam di era sekarang perlu keluar dari zona nyaman dengan memberikan kontribusi nyata kepada generasi penerus. “Visi kami adalah menyiapkan generasi takwa di masa depan. Kita harus berani memberi dukungan dan ruang bagi anak-anak muda untuk memperkuat keimanan mereka,” ujarnya.
Ia berharap para santri binaan kelak dapat menjadi pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam menjaga akhlak. “Semoga mereka kelak mampu melanjutkan tonggak kepemimpinan bangsa. Tidak hanya pandai, tetapi juga berakhlak mulia. Apa yang kita lakukan hari ini mudah-mudahan menjadi investasi amal yang mengantarkan kita menuju kebahagiaan akhirat,” tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....