Safari Ramadan Perdana Sentuh Warga Terdampak Longsor
- 28 Feb 2026 13:05 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Cisarua - Pemerintah Kabupaten Bandung Barat memulai rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah dengan menggelar kegiatan perdana di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua. Kegiatan ini menjadi titik awal pelaksanaan Safari Ramadan yang rencananya digelar di lima lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Bandung Barat.
Desa Pasirlangu dipilih sebagai lokasi pertama bukan tanpa alasan. Wilayah ini sebelumnya terdampak bencana longsor yang melanda Kampung Pasirkuning dan Pasirkuda. Sejumlah rumah warga mengalami kerusakan berat, bahkan ada yang hilang tersapu material longsor. Beberapa warga juga dilaporkan meninggal dunia akibat peristiwa tersebut.
Di tengah suasana duka, masyarakat tetap menjalankan ibadah puasa dengan penuh ketabahan. Sejumlah keluarga korban yang ditinggalkan masih berupaya bangkit dari kehilangan yang mendalam.
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, mengatakan kegiatan Safari Ramadan di Pasirlangu menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warga terdampak bencana.
“Kegiatan ini sengaja diawali di Pasirlangu karena wilayah ini masih dalam suasana duka pasca longsor. Selain bersilaturahmi, kami juga ingin memastikan langsung kondisi masyarakat,” ujarnya di sela kegiatan, Jumat 27 Februari 2026.
Selain agenda keagamaan, Pemkab Bandung Barat juga menghadirkan layanan administrasi jemput bola bagi warga terdampak. Layanan tersebut meliputi pembayaran pajak daerah hingga pembuatan dokumen kependudukan seperti KTP bagi warga yang kehilangan berkas akibat bencana.
Jeje menambahkan, pemerintah daerah berupaya memberikan dukungan moril sekaligus bantuan konkret. Santunan dari BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp42 juta per orang telah disalurkan kepada ahli waris korban meninggal dunia.
“Harapannya keluarga korban diberi kekuatan. Kami hadir untuk memberi semangat sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” katanya.
Saat ini, sebagian besar warga terdampak telah menempati rumah kontrakan. Namun, masih terdapat warga di zona kuning dan merah yang proses pendataannya terus dilakukan agar penyaluran santunan dapat tepat sasaran.
Pemkab Bandung Barat juga tengah membahas rencana pembangunan hunian tetap bagi korban longsor. Lokasi relokasi masih dalam tahap musyawarah dan belum diputuskan.
Terkait banyaknya warga luar daerah yang datang ke lokasi bekas longsor, Jeje mengimbau agar kawasan tersebut tidak dijadikan objek wisata bencana.
“Kurang elok jika dijadikan wisata. Jika datang, sebaiknya untuk mendoakan,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....