Keutamaan Shalat Tarawih
- 27 Feb 2026 21:51 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung: Program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Bandung membahas keutamaan salat tarawih pada bulan Ramadan . Dalam siaran yang dapat disimak melalui FM 97,6 MHz Pro 1 RRI Bandung serta kanal YouTube RRI Bandung Live, narasumber KH Asep Anom S.Ag., M.Sos. menyampaikan bahwa tarawih merupakan amalan istimewa yang sarat keutamaan dan ampunan.
Ia menjelaskan, berdasarkan hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim, siapa pun yang melaksanakan qiyam Ramadan atau tarawih dengan landasan iman dan mengharap rida Allah, maka akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu. Konsep “imanan wahtisaban” ditekankan sebagai motivasi utama dalam beribadah, yakni semata-mata karena Allah dan mengharap pahala-Nya.
Selain ampunan dosa, tarawih berjamaah dari awal hingga selesai juga memiliki keutamaan besar. Mengacu pada hadis riwayat An-Nasai, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah, orang yang salat tarawih bersama imam hingga selesai dicatat seolah-olah melaksanakan salat semalam suntuk. Keutamaan ini menjadi dorongan bagi umat Islam untuk tidak melewatkan malam-malam Ramadan.
Dalam kesempatan tersebut, KH Asep Anom juga mengulas perbedaan jumlah rakaat tarawih yang berkembang di tengah masyarakat. Ia menyebutkan bahwa praktik 11 rakaat merujuk pada riwayat dari Sayyidah Aisyah yang menjadi pegangan sebagian kalangan, sementara 23 rakaat merujuk pada praktik di masa Khalifah Umar bin Khattab yang diikuti mayoritas mazhab fikih.
Menurutnya, kedua praktik tersebut memiliki dasar masing-masing dalam khazanah keilmuan Islam. Hal terpenting bukanlah memperdebatkan jumlah rakaat, melainkan memastikan ibadah tarawih tetap dilaksanakan dengan khusyuk dan konsisten sepanjang Ramadan.
Program Mutiara Pagi juga membuka ruang interaktif bagi pendengar yang menyampaikan pertanyaan melalui sambungan telepon dan WhatsApp. Sejumlah pertanyaan yang mengemuka di antaranya terkait motivasi beribadah, kenyamanan dalam memilih tempat tarawih, hingga persoalan fikih keluarga.
Menutup tausiah, KH Asep Anom mengingatkan agar Ramadan disambut dengan persiapan amaliah, yakni menyusun rencana ibadah seperti target tarawih berjamaah, tilawah Al-Qur’an, sedekah, serta memperbanyak doa. Ia menegaskan bahwa Ramadan adalah momentum meraih ampunan dan meningkatkan kualitas ketakwaan.
Program Mutiara Pagi sendiri merupakan siaran rutin keislaman yang menghadirkan informasi dan inspirasi bagi masyarakat Jawa Barat, serta dapat diakses melalui siaran terestrial maupun platform digital resmi RRI Bandung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....