Sapawarga Jadi Pusat Informasi Mudik Idulfitri 2026 di Jawa Barat
- 27 Feb 2026 20:12 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengoptimalkan aplikasi Super Apps Sapawarga sebagai pusat informasi mudik Idulfitri 2026. Platform digital ini disiapkan untuk menghadirkan data perjalanan yang komprehensif, mulai dari rekomendasi jalur aman hingga program mudik gratis.
Kepala Diskominfo Jabar, Adi Komar, menyebut Sapawarga akan menjadi kanal utama bagi masyarakat dalam memperoleh informasi terkini.
“Kami fokus menyampaikan informasi yang akurat, khususnya jalur mudik yang aman dan lancar, serta program mudik gratis yang terintegrasi dengan pantauan lalu lintas melalui CCTV,” jelasnya, Jumat 27 Februari 2026.
Selain sebagai sumber informasi, Sapawarga juga difungsikan untuk pendaftaran tiket mudik gratis. Proses pemesanan dibuka sejak 11 Februari hingga 12 Maret 2026, dengan aktivasi tiket pada 1–12 Maret. Peserta cukup mengisi identitas diri dan rute keberangkatan secara daring.
Diskominfo Jabar turut mengoptimalkan Command Centre sebagai pusat kendali informasi jalur mudik. Sistem ini didukung kamera pengawas di lintasan utama dan kawasan wisata, memungkinkan pembaruan kondisi lalu lintas secara cepat.
“Command Centre akan sangat bermanfaat bagi masyarakat dan petugas lapangan untuk monitoring sekaligus pengambilan keputusan,” tambah Adi.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Jabar, Dhani Gumelar, menyampaikan Program Mudik Gratis 2026 dijadwalkan berangkat pada 13–15 Maret dari Terminal Leuwipanjang Bandung, Terminal Cikarang, dan Kota Bekasi. Pemprov Jabar bekerja sama dengan Jasa Raharja menyiapkan 3.040 tiket gratis melalui 74 unit bus dari sejumlah perusahaan otobus, di antaranya PO Damri, PO Sinar Jaya, PO Primajasa, dan PO MGI.
Program ini melayani tujuan dalam maupun luar Jawa Barat dan terbuka bagi warga yang berdomisili di provinsi tersebut. Seluruh armada telah menjalani ramp check, sementara kondisi pengemudi dan kru dipastikan prima demi keselamatan perjalanan.
Dinas Perhubungan juga berkoordinasi dengan berbagai instansi untuk menjaga kelayakan infrastruktur serta mitigasi potensi bencana. Dhani memperkirakan sekitar 70 persen pemudik menggunakan kendaraan pribadi, dengan mayoritas melintasi ruas jalan tol.
“Pengawasan lalu lintas di jalur tol menjadi perhatian utama agar arus kendaraan tetap terkendali,” pungkasnya.