Mengupas Tafsir Al Quran Surat Al Baqarah Ayat 79

  • 23 Feb 2026 07:04 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Mutiara Pagi di Pro 1 Radio Republik Indonesia Bandung kembali menghadirkan kajian tafsir Al-Qur’an yang menyejukkan hati dan memperkaya wawasan keislaman. Pada kesempatan kali ini, pembahasan difokuskan pada tafsir Surat Al-Baqarah ayat 79 dengan narasumber KH. Asep Anom, S.Ag., M.Sos.

Surat Al-Baqarah ayat 79 berbunyi:

“Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu mereka mengatakan: ‘Ini dari Allah,’ (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka akibat apa yang mereka kerjakan.”

Ayat ini turun sebagai peringatan keras terhadap perilaku sebagian ahli kitab yang memalsukan atau mengubah isi kitab suci demi kepentingan duniawi.

Dalam kajiannya, KH. Asep Anom menekankan bahwa ayat ini mengandung pesan moral yang sangat kuat, terutama terkait integritas dan kejujuran dalam menyampaikan ajaran agama. Menurut beliau, perbuatan menyelewengkan wahyu bukan hanya kesalahan intelektual, tetapi juga pengkhianatan terhadap amanah Ilahi.

Beliau menjelaskan bahwa frasa “menulis Al-Kitab dengan tangan mereka sendiri” menunjukkan adanya unsur kesengajaan dalam memanipulasi kebenaran. Perbuatan tersebut dilakukan demi “tsamanan qalilan” (keuntungan yang sedikit), yakni kepentingan dunia yang sifatnya sementara, seperti kedudukan, popularitas, atau materi.

KH. Asep Anom juga mengaitkan ayat ini dengan kondisi kekinian. Di era digital saat ini, penyebaran informasi keagamaan sangat cepat dan luas. Namun, tanpa landasan ilmu yang benar dan niat yang lurus, seseorang dapat dengan mudah menyampaikan tafsir yang keliru, bahkan memelintir ayat demi kepentingan pribadi atau kelompok.

Ada beberapa pesan penting yang dapat dipetik dari tafsir ayat ini:

Pentingnya Kejujuran Ilmiah

Setiap pendakwah, penulis, atau siapa pun yang berbicara atas nama agama harus menjaga integritas. Menyampaikan sesuatu seolah-olah itu berasal dari Allah padahal bukan, termasuk dosa besar.

Bahaya Orientasi Duniawi dalam Agama

Ketika ajaran agama dijadikan alat untuk mencari keuntungan pribadi, maka esensi dakwah menjadi rusak. Ayat ini menjadi peringatan agar niat selalu diluruskan karena Allah semata.

Tanggung Jawab Moral di Era Informasi

KH. Asep Anom mengingatkan bahwa saat ini siapa pun bisa menjadi “penyampai agama” melalui media sosial. Karena itu, kehati-hatian dalam mengutip ayat, hadis, dan pendapat ulama menjadi sangat penting agar tidak termasuk dalam ancaman ayat tersebut.

Melalui Program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Bandung, kajian tafsir Surat Al-Baqarah ayat 79 ini menjadi pengingat bahwa amanah menyampaikan ajaran agama adalah tanggung jawab besar. Ancaman dalam ayat tersebut bukan hanya berlaku pada masa lalu, tetapi juga relevan sepanjang zaman.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....