Safari Ramadan, Wali Kota Ajak Warga Makmurkan Masjid Agung

  • 20 Feb 2026 09:59 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Suasana hangat dan penuh kekhidmatan menyelimuti kegiatan Safari Ramadan yang digelar di gelar Masjid Raya Agung Bandung atau Masjid Alun - Alun Bandung Kamis20 Februari 2026 malam. Wali Kota Bandung M Farjan mengajak seluruh warga untuk bersama-sama memakmurkan masjid kebanggaan masyarakat Kota Bandung tersebut.

Dalam sambutannya, Farhan mengungkapkan bahwa pada awalnya kegiatan Ramadan tahun ini direncanakan terpusat di Pendopo Kota Bandung. Namun setelah melalui pertimbangan, ia memutuskan untuk menjadikan Masjid Raya Agung sebagai pusat kegiatan Safari Ramadan.

“Kenapa harus di Pendopo kalau kita punya Masjid Agung, Inilah saatnya kita menunjukkan tekad bersama untuk memakmurkan masjid kebanggaan Kota Bandung,” ujar Farhan, jumat 20 Februari 2026.

Masjid yang mampu menampung hingga 12 ribu jemaah ini, menurutnya, bukan sekadar tempat ibadah, melainkan simbol sejarah, identitas, dan kebersamaan warga Kota Bandung. Ia pun mengenang masa kecilnya ketika sang ayah rutin mengajaknya menunaikan salat Jumat di Masjid Agung. Seusai beribadah, momen tersebut kerap dilanjutkan dengan berjalan-jalan di kawasan Alun-Alun hingga berbelanja kebutuhan Lebaran di kawasan Dalem Kaum.

“Saya yakin kenangan seperti itu bukan hanya milik saya. Masjid ini punya nilai sejarah luar biasa bagi warga Bandung,” ucapnya.l

Farhan juga membagikan pesan yang pernah disampaikan gurunya, KH Athian Ali. Ia mengingatkan bahwa membangun rumah di surga bukan hanya dengan mendirikan masjid secara fisik, tetapi juga dengan memakmurkannya rajin membersihkan, meramaikan, serta menghidupkan berbagai kegiatan ibadah di dalamnya.

“Ketika kita memakmurkan Masjid Agung ini, sesungguhnya kita sedang membangun rumah kita masing-masing di surga,” tuturnya.

Selama Ramadan, Farhan menjadwalkan buka puasa bersama secara bergilir dengan warga dari 30 kecamatan di Kota Bandung. Setiap hari, satu kecamatan diundang untuk bersilaturahmi dan berbuka bersama di Masjid Agung. Langkah ini dilakukan untuk mempererat kedekatan antara pemerintah dan masyarakat.

Ia menyebutkan, sejak hari pertama menjabat yang bertepatan dengan awal Ramadan, dirinya langsung berkeliling ke berbagai wilayah. Dari total 151 kelurahan di Kota Bandung, ia telah mengunjungi 81 kelurahan dan berkomitmen menuntaskan kunjungan ke seluruh wilayah.

“Kehadiran pemimpin harus dirasakan langsung oleh warga. Silaturahmi tidak boleh putus,” katanya.

Selain itu, Farhan menekankan bahwa Masjid Agung merupakan ruang tanpa sekat formalitas dan jabatan. Di dalam masjid, semua jemaah memiliki kedudukan yang sama di hadapan Allah SWT.

“Di masjid tidak ada perbedaan. Mau saya presiden sekalipun, kalau menjadi makmum tetap berdiri sejajar di belakang imam. Tidak ada saf khusus karena jabatan,” jelasnya.

Farhan menyoroti makna Ramadan sebagai momentum membangun disiplin, baik secara spiritual maupun fisik. Penyesuaian jam kerja selama Ramadan, menurutnya, bukan untuk mengurangi produktivitas, melainkan memberi ruang lebih bagi pegawai dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas ibadah serta kebersamaan dengan keluarga.

“Jam kerja maksimal sampai pukul 16.00 WIB agar ada waktu mempersiapkan buka puasa bersama keluarga. Ini bukan mengurangi kerja, tapi menambah nilai ibadah dan kebersamaan,” ucapnya.

Ia pun membagikan rutinitas pribadinya selama Ramadan. Farhan memilih tidur lebih awal agar dapat bangun pukul 03.00 WIB untuk sahur dan melaksanakan ibadah malam. Menurutnya, disiplin selama 30 hari penuh tidak hanya memperkuat spiritualitas, tetapi juga berdampak positif bagi kesehatan tubuh.

“Cukup tidur lima jam, jam tiga pagi sudah bangun lagi. Ini adalah siklus disiplin selama satu bulan dalam satu tahun yang insyaallah memperbaiki metabolisme tubuh kita menjadi lebih ringan dan memberi dampak kesehatan yang sangat baik,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....