MUI Jabar Ajak Jaga Persatuan meski Ada Perbedaan Penetapan Ramadan
- 17 Feb 2026 17:58 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Ketua Bidang Informasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat sekaligus Wakil ketua II Persis Jabar, Dr. H. Muchsin al Fikri, S.Sos., M.Ikom, mengajak umat Islam menjaga persatuan dan meningkatkan toleransi di tengah kemungkinan perbedaan penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah. Menurutnya, perbedaan penetapan awal puasa bukan hal baru dalam tradisi umat Islam di Indonesia. Muhammadiyah, misalnya, menetapkan awal Ramadan dengan metode hisab, sementara pemerintah bersama ormas Islam lain seperti Nahdlatul Ulama dan Persis biasanya menunggu hasil rukyat.
“Kalau di bawah dua derajat, hilal tidak mungkin terlihat. Maka biasanya dilakukan istikmal, disempurnakan menjadi 30 hari. Kemungkinan ada yang mulai puasa Rabu, ada juga yang Kamis,” jelas Muchsin dalam wawancara bersama RRI Bandung, Selasa 17 Februari 2026.
Ia menegaskan, perbedaan tersebut merupakan bagian dari ijtihad yang sah dalam Islam. Karena itu, masyarakat diimbau untuk menyikapi dengan dewasa dan tidak menjadikannya sebagai sumber perpecahan.
“Ini bukan bentuk perpecahan, tetapi perbedaan ijtihadiah. Kalau benar dapat dua pahala, kalau salah tetap dapat satu. Jadi mari saling menghargai, baik yang berpuasa Rabu maupun Kamis,” ujarnya.
Muchsin menekankan, tujuan utama Ramadan adalah meraih derajat takwa. Salah satu ciri orang bertakwa adalah mampu menghargai pendapat dan perbedaan.
“Semua menuju satu tujuan, yaitu la’allakum tattaqun. Mari kita dewasa dalam menyikapi perbedaan, karena semuanya untuk meraih ketakwaan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pemerintah memiliki peran penting dalam menetapkan keputusan resmi melalui sidang isbat, sehingga diharapkan dapat mengurangi polemik di masyarakat.
Menjelang Ramadan, Muchsin mengajak umat Islam menyambut bulan suci dengan penuh kebahagiaan dan semangat tarhib Ramadan. “Mari kita sambut Ramadan dengan riang dan bahagia. Jadikan momentum ini untuk meraih pahala besar yang dijanjikan Allah,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....