Memperkuat Tali Persaudaraan dalam Islam di Bulan Ramadan
- 11 Mar 2025 15:10 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram : Allah SWT telah memerintahkan umat-Nya untuk memperkuat tali persaudaraan. Hal ini termaktub dalam firman-Nya dalam Surat Ali Imran ayat 112:
"Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali hubungan kepada Allah dan tali hubungan dengan manusia."
Manusia tidak akan diliputi kehinaan dalam hidupnya sepanjang ia menjalin hubungan baik dengan sesama. Pesan ini disampaikan oleh H. Lalu Mu'az Abd. Madjid,QH,S.Ag.,M.Sos, dalam sebuah renungan Ramadhan, Selasa (11/03/2025) Sore. Dalam ajaran Islam, ikatan persaudaraan memiliki beberapa jenis yang dikenal dengan istilah-istilah tertentu, di antaranya adalah:
- Ukhuwah Nasabiyah: Persaudaraan melalui keturunan.
- Ukhuwah Basyariyah: Persaudaraan sesama manusia.
- Ukhuwah Nizhomiyah: Persaudaraan seorganisasi.
- Ukhuwah Wathaniyah: Persaudaraan sebangsa dan setanah air.
- Ukhuwah Islamiyah: Persaudaraan seagama, yang dijelaskan dalam firman Allah SWT:
"Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat." (Surat al-Hujurat ayat 10).
Rasulullah SAW memberikan beberapa perumpamaan terkait ikatan persaudaraan, antara lain:
- Orang Mukmin seperti sebuah bangunan:
"Orang mukmin dengan orang mukmin yang lain seperti sebuah bangunan, sebagian menguatkan sebagian yang lain." (HR Muslim). - Orang Mukmin seperti satu tubuh:
"Perumpamaan orang-orang mukmin dalam sikap saling mencintai, mengasihi dan menyayangi, seumpama tubuh, jika satu anggota tubuh sakit maka anggota tubuh yang lain pun akan merasakan demam." (HR Muslim).
Betapa indahnya ajaran Islam dalam merajut tali persaudaraan. Sehingga, kita diajarkan untuk selalu menjaga hubungan baik, sebagaimana pepatah yang mengatakan:
"Kun kal yadaini, Walaa Takun kal Udzunaini" (Jadilah seperti kedua tangan dan jangan menjadi seperti kedua telinga).
Allah SWT juga mengingatkan kita dalam firman-Nya:
"Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kalian dijadikan-Nya satu umat [saja], tetapi Allah hendak menguji kalian terhadap pemberian-Nya kepada kalian, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah tempat kalian semua akan kembali, lalu diberitahukan-Nya kepada kalian apa yang telah kalian perselisihkan itu." (Surat al-Maidah ayat 48).
Rasulullah SAW juga mengajarkan bahwa keimanan seseorang dapat diukur dari sejauh mana ia mencintai saudaranya, sebagaimana sabda beliau:
"Tidaklah sempurna iman seseorang di antara kalian, sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri." (HR al-Bukhari dan Muslim).
Orang yang menyadari dan mengamalkan pentingnya memperkuat tali Ukhuwah Islamiyah akan mendapatkan keberkahan hidup, baik di dunia maupun di akhirat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....