Timnas Tanjung Verde Ditinggalkan Pelatihnya usai Piala Dunia 2026
- 07 Agt 2026 08:50 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID,Bandung - Pelatih kepala Tim Nasional Tanjung Verde, Pedro Leitão Brito atau yang akrab disapa Bubista, resmi mengakhiri masa baktinya setelah membawa negara kepulauan Afrika tersebut mencatat sejarah di Piala Dunia 2026. Keputusan itu diambil setelah Bubista menerima tawaran untuk melatih klub Maroko, RS Berkane, dengan kontrak selama dua musim.
Dilansir dari FIFA.Com, Jumat 7 Agustus 2026. Kepergian Bubista menandai berakhirnya era yang penuh prestasi bagi Tanjung Verde. Selama enam tahun menangani tim nasional, ia berhasil mengubah skuad berjuluk Blue Sharks menjadi salah satu kekuatan yang disegani di Afrika.
Puncak pencapaian Bubista hadir saat membawa Tanjung Verde lolos ke putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah. Di turnamen tersebut, tim debutan itu mampu mencuri perhatian dunia lewat permainan disiplin dan penuh semangat juang.
Tanjung Verde sukses menahan imbang sejumlah tim unggulan di fase grup sebelum akhirnya tersingkir secara dramatis oleh Argentina pada babak 32 besar setelah melalui perpanjangan waktu. Penampilan tersebut mendapat banyak pujian dari pecinta sepak bola internasional.
Kesuksesan itu membuat nama Bubista semakin diperhitungkan di dunia kepelatihan. Ia bahkan dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik Afrika 2025 berkat keberhasilannya mengangkat prestasi sepak bola Tanjung Verde.
Federasi Sepak Bola Tanjung Verde menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras Bubista selama menangani tim nasional. Federasi juga mengonfirmasi bahwa proses pencarian pelatih baru kini tengah dilakukan.
Sementara itu, RS Berkane melihat pengalaman Bubista di level internasional sebagai modal penting untuk meningkatkan daya saing klub, baik di kompetisi domestik maupun ajang antarklub Afrika.
Bubista meninggalkan warisan besar berupa mentalitas pantang menyerah yang berhasil ditanamkan kepada para pemain. Filosofi permainan yang mengutamakan organisasi, disiplin, dan kerja sama menjadi identitas baru Tanjung Verde selama berada di bawah arahannya.
Kepergian Bubista tentu menjadi kehilangan bagi publik sepak bola Tanjung Verde. Namun, keberhasilannya membawa negara kecil itu bersaing di panggung dunia akan selalu dikenang sebagai salah satu babak terbaik dalam sejarah sepak bola nasional.
Kini, tantangan baru menanti Bubista bersama RS Berkane di Liga Maroko. Sementara itu, Tanjung Verde berharap fondasi yang telah dibangun sang pelatih mampu menjadi pijakan untuk terus berkembang dan bersaing di level internasional pada masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....