Maroko Torehkan Rekor Unik di Piala Dunia 2026 Dengan 11 Starter Diaspora
- 15 Jun 2026 16:49 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Timnas Maroko mencatatkan rekor unik pada Piala Dunia 2026. Maroko menjadi tim pertama dalam sejarah turnamen yang menurunkan 11 pemain inti tanpa satu pun pemain yang lahir di negaranya sendiri.
Catatan tersebut terjadi saat Maroko menghadapi Brasil pada laga Grup C di Stadion MetLife, Amerika Serikat, Sabtu 13 Juni 2026 lalu. Dalam pertandingan itu, Maroko sukses menahan imbang sang pemegang rekor juara Piala Dunia terbanyak dengan skor 1-1.
Meski seluruh pemain inti lahir di luar wilayah Maroko, tim asuhan Walid Regragui tetap menunjukkan performa kompetitif. Mereka mampu mengimbangi permainan Brasil dan kembali membuktikan kualitas yang telah ditunjukkan sejak Piala Dunia 2022.
Keberhasilan Maroko membangun tim kompetitif di level dunia tidak lepas dari besarnya potensi diaspora yang tersebar di berbagai negara. Mayoritas pemain utama Singa Atlas lahir dan menimba ilmu sepak bola di Eropa maupun Amerika Utara sebelum memilih membela negara asal orang tua mereka.
Beberapa pemain kunci Maroko diantaranya ada penjaga gawang Yassine Bounou yang lahir di Montreal, Kanada, sementara ban kapten tim dipegang oleh Achraf Hakimi, bek sayap yang lahir dan berkembang di Madrid, Spanyol. Keduanya menjadi sosok berpengalaman yang berperan penting dalam perjalanan Maroko dalam beberapa turnamen besar terakhir.
Di lini pertahanan, Maroko juga mengandalkan Noussair Mazraoui yang lahir di Belanda. Di sektor serangan juga ada Brahim Diaz, pemain kelahiran Spanyol yang dikenal memiliki kreativitas dan penyelesaian akhir yang mumpuni.
Regenerasi pemain juga berjalan baik di tubuh Singa Atlas. Di lini tengah, terdapat Bilal El Khannouss, gelandang muda kelahiran Belgia yang digadang-gadang menjadi salah satu bintang masa depan Maroko. Pemain berusia 22 tahun itu telah memperkuat tim nasional sejak usia muda dan menjadi bagian skuad Maroko pada Piala Dunia 2022.
Selain El Khannouss, muncul juga nama Ayyoub Bouaddi yang tengah menjadi sorotan. Gelandang berusia 18 tahun kelahiran Prancis tersebut menunjukkan performa menjanjikan saat menjalani debut di Piala Dunia 2026 melawan Brasil. Penampilannya di lini tengah dinilai matang untuk usianya, dengan kemampuan distribusi bola dan penguasaan permainan yang membantu Maroko mengimbangi salah satu tim favorit juara dunia.
Kombinasi pemain senior dan talenta muda dari komunitas diaspora inilah yang menjadi salah satu kekuatan utama Maroko. Model pembinaan tersebut terbukti mampu menjaga daya saing Singa Atlas di level internasional sekaligus memperkuat status mereka sebagai salah satu kekuatan baru sepak bola dunia.
Fenomena pemain diaspora sebenarnya bukan hal baru bagi Maroko. Saat mencetak sejarah dengan mencapai semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar, sebagian besar anggota skuad mereka juga merupakan pemain kelahiran luar negeri.
Namun, Piala Dunia 2026 menghadirkan catatan yang lebih istimewa. Untuk pertama kalinya, seluruh pemain dalam starting XI Maroko berasal dari luar negeri, menjadikannya rekor baru dalam sejarah Piala Dunia.
Fakta tersebut menunjukkan bahwa sepak bola modern semakin dipengaruhi oleh mobilitas global. Dalam konteks Maroko, identitas tim nasional tidak hanya dibentuk oleh tempat kelahiran pemain, tetapi juga oleh ikatan keluarga, budaya, dan kewarganegaraan yang tetap terhubung dengan tanah leluhur mereka.
Hasil imbang melawan Brasil pun semakin menegaskan posisi Maroko sebagai salah satu kekuatan yang patut diperhitungkan di Piala Dunia 2026, sekaligus membuktikan keberhasilan mereka memanfaatkan potensi besar dari komunitas diaspora yang tersebar di berbagai negara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....