Xhaka Pemain Swiss Memiliki Mimpi Besar Di Ajang Piala Dunia 2026

  • 09 Jun 2026 16:23 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID,Bandung - Pemain asal Swiss Granit Xhaka memiliki mimpi besar pada ajang Piala Dunia 2026. Event itu akan menjadi kali keempatnya bermain di panggung akbar dunia setelah dirinya bermain pada Piala Dunia Brasil 2014, Rusia 2018, dan Qatar 2022. Gelandang ini telah tampil dalam 12 pertandingan di ajang Piala Dunia, dalam memperkuat tim nasional Swiss.

"Saya beruntung dan mendapat kehormatan untuk bermain bersama beberapa nama besar, serta membela tim yang telah meraih banyak hal dalam beberapa tahun terakhir. Lolos ke setiap putaran final bukanlah sesuatu yang pasti," ujar pemain berusia 33 tahun, seperti dilansir FIFA, Selasa 9 Juni 2026.

Pada perhelatan Piala Dunia Brazil 2014 saat Xhaka berganung bersama para pemain-pemain seperti Valon Behrami, Gokhan Inler, dan Stephan Lichtsteiner. Mereka merupakan pemain inti yang berpengalaman. Seiring berjalannya waktu, para pemain ini berkurang, meskipun Remo Freuler dan Ricardo Rodriguez masih menjadi pilar utama skuad.



Swiss memberikan ruang bagi generasi baru talenta-talenta muda untuk unjuk gigi dalam perhelatan dunia. Para pemain muda ini menjadi pengganti para pemain yang sudah purna.

"Kami adalah tim yang sama sekali berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu, dan kami memiliki generasi baru dengan banyak pemain muda, tetapi juga perpaduan yang baik antara pemain muda dan berpengalaman. Penting bagi kami untuk mengambil tanggung jawab dan memberikan teladan bagi para pemain yang lebih muda."jelasnya.

Di bawah asuhan pelatih Murat Yakin, Swiss melenggang mulus dalam kualifikasi sebagai juara grup dan tidak terkalahkan dengan empat kemenangan, dua hasil imbang, juga mencetak 14 gol, dan hanya kebobolan dua kali dari Inggris. Xhaka bertekad memberikan yang terbaik bagi timnya, dan berupaya keras dalam setiap pertandingan.

"Sebuah unit, tim yang solid di dalam dan di luar lapangan. Tim yang akan memberikan segalanya hingga menit ke-90, menit ke-95," janji Xhaka.

Meski dikenal sangat tenang, Xhaka memiliki kebiasaan saat akan turun ke lapangan. Namun dengan keyakinan kuat dirinya yakin mampu berbicara banyak di kancah Piala Dunia 2026.

"Saya selalu mulai berpakaian dari bagian kanan tubuh saya terlebih dahulu, pelindung tulang kering, kaus kaki, lalu sepatu bola saya, itu bukan rasa takut, melainkan lebih seperti adrenalin. Selama saya merasakan sensasi itu, saya bahagia, begitu perasaan itu hilang, saya tidak akan berada di sini lagi, sebuah kewajiban bagi Swiss, dan bagi kami sebagai sebuah tim," tegas Xhaka.

Ditanya mengenai ambisinya, Xhaka
suka bermimpi, dan bermimpi tersebut menjadi besar.

"Saya tidak akan mengucapkan kata yang ada di dalam pikiran saya saat ini. Namun, Anda boleh bermimpi, Anda diizinkan untuk melakukannya dan itu berdampak baik bagi anda,"jelasnya.

Ia juga dengan tenang menepis pertanyaan tentang apakah ini akan menjadi Piala Dunia terakhirnya. "Sejujurnya, saya rasa tidak, selama saya masih memiliki tekad, dan yang terpenting, kesehatan saya, saya ingin terus bermain selama mungkin,"jelas sang kapten Swiss menjelang Piala Dunia keempatnya.

Penuh rasa ingin tahu, berjiwa petualang, dan ambisius serta dilengkapi dengan segala kecerdasan taktis dan pengalaman melekat dalam diri Xhaka. Kondisi ini yang menjadikannya seorang seorang pemain internasional pemecah rekor.

"Kami ingin mewujudkan impian kami dengan meraih sesuatu yang luar biasa," tegasnya.


Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....