Fares Ghedjemis Pemain Aljazair Memiliki Mental Baja

  • 04 Jun 2026 12:02 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Setelah empat tahun lamanya Pemain Kamerun Karl Toko-Ekambi sang pencetak gol di menit - 124 yang membuat Timnas Aljazair harus menelan pil pahit gagal lolos ke Qatar pada tahun 2022. Pada periode yang sama, Fares Ghedjemis juga gagal mendapat kesempatan bergabung dengan klub profesional lainnya.

Setelah menjalani masa perkembangan bersama Troyes, tempat ia menghabiskan sebagian besar tahun-tahun awal kariernya, Le Havre juga menolak memberinya kontrak profesional pertamanya, dan empat puluh delapan bulan berselang, situasinya kini sangat berbeda. Saat The Fennecs julukan Aljazair sukses kembali ke turnamen terbesar dunia, pemain sayap pekerja keras itu akhirnya mewujudkan mimpinya.

Tidak puas hanya menandatangani kontrak profesional bersama Frosinone, ia juga menjalani debut bersama tim nasional Aljazair pada Maret lalu dan kini membidik tempat di skuad Vladimir Petkovic untuk perjalanan ke Amerika Utara pada periode Juni - Juli. “Bisa dibilang perjalanan karier saya cukup tidak biasa. Ini jelas bukan perjalanan yang mulus, dan saya memutuskan untuk berjalan sendiri.”ujar sang pemain Fares Ghedjemis dalam laman resmi Piala Dunia FIFA 2026, Kamis 4 Juni 2026.



Lama luput dari perhatian media arus utama, Ghedjemis sebenarnya bisa saja menyerah setelah ditolak oleh tim Le Havre. Namun, pemain kelahiran Montreuil tersebut, dikenal memiliki mental kuat, segera menyusun rencana baru.

Alih-alih terburu-buru mengejar level tertinggi sepakbola Eropa, ia memilih bersabar, meski harus bermain di liga bawah, agar bisa membuktikan kualitasnya dan naik setahap demi setahap. “Pada saat itu, saya tahu persis apa yang ingin saya lakukan, rencananya adalah naik dari National 2 ke National, lalu masuk ke level profesional.”tambahnya.

Sayangnya, semuanya tidak berjalan sesuai rencana pada periode pertamanya di divisi keempat Prancis bersama Evreux — klub yang juga melahirkan pemain seperti Ousmane Dembele dan Dayot Upamecano — sehingga ia harus pindah ke Vannes, yang juga bermain di divisi keempat, hanya enam bulan kemudian.

Meski klub asal Brittany itu terdegradasi, Ghedjemis berhasil mencuri perhatian lewat beberapa pekan penentu dengan catatan enam gol dan empat assist. “Saya tahu hanya punya enam bulan untuk membuat nama saya dikenal, jadi itu benar-benar menjadi titik balik bagi saya. Saya mencurahkan seluruh hati dan jiwa saya, memberikan segalanya agar bisa masuk ke tim divisi ketiga, dan saya menjalani enam bulan dengan performa level tertinggi. Saat itulah FC Rouen mendekati saya.”jelasnya.

Namun, laju Ghedjemis tidak bisa dihentikan. Divisi ketiga Prancis terasa terlalu kecil baginya. Setelah kembali tampil konsisten selama enam bulan berikutnya, ia direkrut klub Serie A, Frosinone, tempat ia masih bermain hingga sekarang. Melalui kerja keras dan tekad kuat, pemain Aljazair itu berhasil melakukan sesuatu yang tampak mustahil hingga naik dari divisi kelima Prancis ke kasta tertinggi Italia hanya dalam waktu satu setengah tahun.

“Itu jelas tidak mudah. Saya harus pindah ke negara baru. Tim lebih banyak berkomunikasi dalam bahasa Italia dibanding bahasa Inggris, jadi saya harus cepat mempelajari bahasanya. Tapi saya benar-benar gila sepakbola. Bermain di Serie A, bersaing di liga itu, sangat berarti bagi saya. Berkat sepakbola, saya bisa beradaptasi dengan cukup mudah.” ucapnya.

Setelah langsung dilempar ke situasi sulit dalam perjuangan menghindari degradasi, pemain yang baru menjalani debut internasional itu harus menerima kenyataan Frosinone kembali terdegradasi pada Mei 2024. Namun, setelah semusim beradaptasi di Serie B, Ghedjemis membawa permainannya ke level yang benar-benar berbeda musim ini.


Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....