Ini Dampak Fatal Air Radiator Habis Tidak Diganti

  • 16 Jul 2025 18:07 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Keberadaan air radiator (coolant) pada kendaraan yang menggunakan sistem pendingin air sangat krusial. Cairan ini berfungsi menjaga suhu mesin tetap stabil saat kendaraan beroperasi, terutama dalam kondisi lalu lintas padat atau perjalanan jauh yang membuat mesin bekerja lebih keras.

Jika air radiator habis atau tidak diganti sesuai rekomendasi pabrikan, konsekuensinya bisa sangat serius. Mesin berisiko mengalami overheat, yang dapat merusak komponen internal hingga menurunkan performa dan memperpendek umur kendaraan. Berikut penjelasan lengkapnya.

"Risiko jika air radiator habis dan tidak diganti, tanpa air radiator yang mencukupi, fungsi sistem pendingin terhenti. Akibatnya, suhu mesin naik drastis. Mesin bisa mati mendadak di tengah jalan, terutama saat digunakan dalam perjalanan jauh atau terjebak macet," ungkap Wawan Sukmawan, Kepala Teknisi Bengkel Berkah Jaya kepada RRI, Rabu (16/7/2025).

Selain itu, lanjut dia, overheating yang berulang dapat merusak gasket kepala silinder (head gasket) dan itu menyebabkan kebocoran oli atau coolant. Bahkan, blok mesin yang terbuat dari aluminium bisa mengalami deformasi atau retak.

"Mesin yang terlalu panas bekerja tidak efisien, akibatnya akselerasi menurun dan konsumsi bahan bakar meningkat. Air radiator lama yang tidak diganti menyebabkan terbentuknya karat dan kotoran dalam saluran pendingin. Ini bisa menyumbat jalur aliran, memperburuk kemampuan pendinginan, dan mempercepat overheating," jelas dia.

Ia menambahkan, cooling system yang tak optimal menimbulkan mesin mati mendadak. Selain itu, motor bisa boros bahan bakar dan jadi sulit dinyalakan kembali.

Meski interval tepat dapat berbeda tergantung pabrikan, sebagian besar ahli menyarankan mengganti air radiator minimal sekali per tahun. Cara ini menjaga efisiensi sistem pendingin dan mencegah timbulnya karat atau endapan.

Air radiator yang habis dapat menyebabkan mesin overheat, performa menurun, hingga kerusakan komponen. Gantilah coolant setahun sekali atau sesuai rekomendasi pabrikan, dan cek rutin levelnya melalui tabung reservoir dan selang radiator.

Segera perbaiki jika ada kebocoran dan ganti air radiator yang keruh atau berkerak. Perawatan sederhana ini penting untuk mencegah kerusakan besar dan menjaga keselamatan berkendara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....