Raharjati Atlet Panjat Tebing Asal Bandung Buka Klub
- 01 Feb 2024 10:51 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung: Raharjati Nursamsa membuka klub panjat dengan nama Magma Climbing Club (MCC) yang diharapkan bisa mencetak regenerasi bisa terjaga.
Raharjati Nursamsa yang biasa disapa Ujang ini merupakan atlet speed panjat Kota Bandung. Dimana pada bulan Mei 2023, Ujang berhasil keluar sebagai juara dengan meraih medali emas di ajang kejuaraan panjat tebing dunia (IFSC Climbing World Cup 2023) seri Jakarta dengan mencatat waktu tercepat 5,11 detik. Ujang mampu mengungguli atlet asal Tiongkok Xinshang Wang, yang hanya mencatat waktu 5,14 detik.
Dengan keberhasilan meraih medali emas di seri dunia, Ujang yang masih berusia 22 tahun ini memiliki keinginan untuk memperkenalkan lebih lagi olahraga pajat, keinginannya akhirnya bisa terwujud pada bulan Juni 2023, Ujang mendirikan klub panjat Magma Climbing Club (MCC).
Berdirinya MCC ini bermula, pada saat Ujang bersama teman-temannya mengadakan coaching clinic, ternyata mendapat sambutan yang sangat antusias, dimana banyak anak SD yang mengikuti kegiatan ini, apalagi dengan nama Ujang, yang baru keluar sebagai juara dunia menjadi nilai tersendiri.
“Awalnya saya mengadakan pelatihan panjat, banyak yang ikut dan mendapat antusias dari para peserta. Di sini banyak yang menanyakan apakah ada klubnya, latihannya dimana, ada juga yang ingin provat ke saya,” ungkap Ujang saat ditemui di sarana panjat tebing Saparua Bandung. Kamis (1/2/2024).
Dari sini Ujang berpikir apa baiknya untuk mendirikan club panjat dan akhirnya memutuskan untuk mendirikan dengan memberi nama Magma Climbing Club, nama Magma sendiri merupakan lava di gunung api, yang keluar setelah gunung api meletus dan lava ini akan terus bergerak dan susah berhenti mengalir, tentunya dari sini Ujang memberi nama klubnya yang berharap akan terus bisa melahirkan alet pajat handal.
“Yang setelah saya ngobrol dengan senior panjat dan mereka memberikan dorongan akhirnya saya bersama temen-teman membuka klub panjat dengan diberi nama Magma dengan harapan bisa terus melahirkan atlet panjat bahkan bisa melebihi saya,” jelasnya.
Ujang dibantu Bungking, yang juga sama-sama pemanjat mulai membuka klub MCC dengan memulai latihan di sarana panjat Saparua, awalnya hanya beberapa anak yang ikut dan sekarang sudah memiliki member sekitar 10 atlet, yang sama sekali belum pernah masuk klub dan rata-rata masih duduk di bangku sekolah dasar.
Setiap Sabtu dan Minggu keduanya sibuk melatih anak-anak untuk bisa menjadikan atlet handal panjat.
“Saya dibantu Bungking awalnya dan sekarang pelatih ditambah oleh Jati, mereka bareng dengan saya manjatnya. Ada sekitar 10 anak yang ikut berlatih bersama kami,” tegasnya.
Dalam klub ini, Ujang dan kawan-kawan, diawal latihan hanya memberikan pengenalan mengenai panjat dan belum mengarahkan ke nomor lead, boarder, dan speed.
Diakuinya dalam melatih Ujang mendapatkan pengalaman berharga, dimana dalam melatih ini dibutuhkan kesabaran yang tinggi, member yang rata-rata diusia 8-11 tahun ini membutuhkan kesabaran yang tinggi dan lebih banyak mencari cara untuk bisa diterima para anak didiknya.
“Sulit melatih anak-anak membutuhkan kesabaran, soalnya anak-anak ga bisa dipaksa jadi membuat saya mencari cara untuk bisa lebih diterima lagi. Pokoknya ada pendekatan khusus untuk latihan,” jelasnya.
Walaupun baru 5 bulan member MCC ini sudah mulai diterjunkan dalam sebuah kompetisi, dimana belum lama ini FPTI Kota Bandung menggelar kejuaraan panjat kelompok umur, walaupun belum ada yang bisa keluar sebagai juara, setidaknya keberanian anggotanya sudah terlihat dan bisa merasakan sebuah kompetisi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....