Haornas ke-43, Farhan Tegaskan Bandung Harus Jadi City of Champions

  • 06 Okt 2026 10:21 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 tingkat Kota Bandung berlangsung di GOR Bandung, Jalan Jakarta, Kota Bandung, Selasa 6 Oktober 2026. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan pentingnya kebersamaan seluruh insan olahraga untuk membangun prestasi sekaligus menjadikan Bandung sebagai kota para juara.

Farhan memberikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan atlet yang tergabung dalam Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandung. Ia juga menyapa para atlet dan pengurus cabang olahraga yang berada di bawah naungan National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI), serta atlet Special Olympics Indonesia (SOIna) Kota Bandung.

“Sahabat-sahabatku, para pengurus dan atlet serta cabang olahraga yang tergabung di KONI, tepuk tangan untuk seluruh pengurus, cabang, atlet KONI,” ujar Farhan dalam sambutannya.Selasa 6 Oktober 2026,di GOR Bandung,Jalan Jakarta Kota Bandung.

Ia kemudian meminta para atlet dan pengurus NPCI serta SOIna mendapatkan apresiasi yang sama dari seluruh peserta yang hadir.

Farhan juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap kegiatan olahraga di Kota Bandung. Salah satunya Bank BJB Cabang Tamansari yang disebut turut mendukung kegiatan tersebut, serta kehadiran Sekretaris Umum KONI Jawa Barat Gianto Hartono.

Menurut Farhan, peringatan Haornas menjadi momentum untuk kembali membangkitkan semangat olahraga meskipun pelaksanaannya tidak bertepatan dengan tanggal resmi Haornas. Ia menilai semangat memperingati Hari Olahraga Nasional harus tetap hidup sepanjang waktu, khususnya dalam upaya mencetak atlet berprestasi dari Kota Bandung.

“Walaupun tidak tepat, mestinya tanggal 9 September, tetapi semangatnya harus selalu ada. Semangat untuk menciptakan prestasi terbaik lahir dari atlet-atlet yang juga dibesarkan dan dilatih di Kota Bandung,” katanya.

Farhan kemudian menyinggung keberhasilan Tim Nasional Indonesia yang menurutnya menjadi salah satu momentum penting bagi dunia olahraga nasional. Ia mengajak seluruh masyarakat Kota Bandung memberikan apresiasi atas pencapaian tersebut sekaligus mendoakan Persib Bandung agar mampu meraih prestasi di tingkat Asia.

“Apa yang terjadi semalam ketika akhirnya Timnas Indonesia berhasil memenangkan FIFA Asian Cup, tepuk tangan! Dalam hati saya membatin, Alhamdulillah timnas akhirnya bisa mengikuti jejak Persib. Juara dong. Untuk itu mari kita doakan Persib juga juara tingkat Asia, amin!” ucap Farhan.

Ia mengatakan, prestasi tersebut sejalan dengan tekad Pemerintah Kota Bandung yang sejak tahun sebelumnya mencanangkan Bandung sebagai “City of Champions” atau kota para juara. Menurut Farhan, predikat tersebut harus diwujudkan melalui prestasi atlet sekaligus ekosistem olahraga yang kuat dan berkelanjutan.

“Kenapa itu penting? Karena dari tahun lalu kita sudah mencanangkan sebuah tekad bahwa Kota Bandung adalah City of Champions, kotanya para juara,” tegasnya.

Farhan juga menyoroti dua agenda olahraga besar yang akan dihadapi Kota Bandung pada 2026, yakni Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat dan Pekan Paralimpik Daerah (Peparda). Kedua ajang tersebut dinilai menjadi kesempatan penting bagi atlet Kota Bandung untuk menunjukkan kualitas dan hasil pembinaan yang selama ini dilakukan.

“Ada dua momen penting yang harus kita jalani dan kita selesaikan bersama dengan kepala tegak, dada membusung, dan tenaga sepenuh hati, yaitu ada Porprov dan ada Peparda tahun 2026,” katanya.

Ia meminta KONI Kota Bandung, KONI Jawa Barat, NPCI Kota Bandung, dan NPCI Jawa Barat memperkuat koordinasi dalam menghadapi kedua agenda tersebut. Farhan berharap Kota Bandung tidak hanya mampu berprestasi melalui atletnya, tetapi juga sukses menjalankan peran sebagai bagian dari penyelenggaraan event olahraga di Jawa Barat.

“Kita bergandengan tangan antara KONI Kota Bandung, KONI Jabar, NPCI Kota Bandung, NPCI Jawa Barat, bersama-sama membuktikan bahwa kita adalah tuan rumah penyelenggaraan event olahraga terbaik se-Jawa Barat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Farhan juga mengajak para atlet untuk menunjukkan kesiapan mereka memberikan prestasi terbaik bagi Kota Bandung. Ia meminta Ketua KONI Kota Bandung dan Ketua NPCI Kota Bandung berdiri di hadapan peserta sebelum mengajak seluruh atlet menyatakan kesiapan mengejar prestasi.

“Para atlet, dipimpin oleh Ketua KONI dan Ketua NPCI Kota Bandung, apakah siap memberikan yang terbaik untuk Kota Bandung? Bagi yang siap jadi juara umum!” seru Farhan yang disambut antusias para atlet dan peserta Haornas.

Menurut Farhan, pencapaian prestasi olahraga tidak dapat dipisahkan dari dukungan pemerintah terhadap kesejahteraan atlet. Ia menilai bonus merupakan bentuk apresiasi atas proses panjang yang harus dilalui atlet bersama pelatih dan keluarga untuk mencapai prestasi.

“Kenapa bonus penting untuk berprestasi? Karena untuk mencapai prestasi tersebut bukan pekerjaan mudah. Saya tahu betul para atlet dari usia dini, di SD keneh, bahkan beberapa dari TK, sudah bangun dari subuh, berlatih, menjaga gizi, menjaga mental,” tuturnya.

Farhan menambahkan, perjuangan atlet juga membutuhkan pengorbanan waktu, tenaga, bahkan biaya, selain dukungan keluarga. Karena itu, ia menilai penghargaan kepada atlet harus dilihat sebagai apresiasi terhadap kerja keras seluruh pihak yang berada di belakang keberhasilan seorang atlet.

“Bonus adalah sebuah nilai yang merupakan apresiasi atas kerja keras dari seluruh keluarga dan seluruh atlet. Baik atlet KORMI, SOIna, KONI, dan juga tentu saja para atlet NPCI,” katanya.

Selain mengejar prestasi, Farhan menegaskan bahwa olahraga harus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kota Bandung. Ia berharap olahraga tidak hanya berorientasi pada pertandingan dan medali, tetapi juga mampu meningkatkan kesehatan, kebugaran, kegembiraan, perekonomian, serta kesejahteraan masyarakat.

“Kota Bandung harus menjadi kota yang selalu sehat, selalu bisa melakukan kegiatan olahraga apa pun, dari kejuaraan tingkat dunia sampai wisata olahraga. Harus bisa di Kota Bandung,” ujarnya.

Pemerintah Kota Bandung, lanjut Farhan, juga tengah melakukan kajian untuk meningkatkan aktivitas olahraga di lingkungan sekolah. Bersama Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta dukungan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Pemkot Bandung mengkaji penambahan jam pelajaran olahraga bagi siswa SD dan SMP negeri.

“Tidak hanya seminggu sekali, tapi seminggu tiga kali, masing-masing 30 menit, 30 menit, 30 menit di hari Senin, hari Rabu, dan hari Jumat,” ungkap Farhan. Ia menyebut penerapan kebijakan tersebut masih menunggu hasil kajian akhir sebelum dilakukan uji coba di sejumlah sekolah.

Farhan juga menekankan pentingnya olahraga yang inklusif dan dapat diikuti masyarakat tanpa memandang usia maupun kelas sosial. Ia memberikan perhatian khusus kepada para atlet SOIna Kota Bandung yang dinilainya memiliki semangat dan perjuangan luar biasa dalam mengikuti kompetisi olahraga.

“Olahraga harus bisa dilaksanakan oleh siapa pun tanpa mengenal usia, tanpa mengenal kelas sosial, bahkan harus punya nilai inklusivitas yang tinggi. Olahraga adalah peradaban manusia tertinggi yang membuat semua orang setara,” katanya.

Menurut Farhan, perjuangan atlet SOIna menunjukkan bahwa keterbatasan fisik maupun mental bukan alasan untuk berhenti berprestasi. Ia berharap semangat tersebut dapat menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat Kota Bandung untuk terus bergerak dan memberikan kemampuan terbaik sesuai bidang masing-masing.

“Bahwa kondisi apa pun yang kita hadapi, baik fisik maupun mental, bukanlah kendala untuk bisa memberikan yang terbaik dan menjadi yang terbaik,” tegasnya.

Di sisi lain, Farhan mengapresiasi kolaborasi antara Pemerintah Kota Bandung dengan berbagai organisasi olahraga, yakni KONI, NPCI, KORMI, dan SOIna. Ia juga menyebut Kota Bandung sebagai salah satu daerah yang memiliki peran dalam pengembangan penelitian sport science melalui Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).

“Kolaborasi semua pihak harus kita kuatkan. Saya sangat bersyukur bahwa sebagai Pemerintah Kota Bandung mendapatkan dukungan yang sangat kuat dari para pelaku olahraga, dari empat organisasi yang merupakan amanat dari Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional: KONI, NPCI, KORMI, dan SOIna,” ucapnya.

Farhan kemudian meminta seluruh organisasi olahraga memperkuat kerja sama dengan kalangan akademisi, termasuk dengan KONI Jawa Barat yang berkedudukan di Kota Bandung. Menurutnya, kolaborasi antara organisasi olahraga, pemerintah, akademisi, TNI, Polri, serta berbagai elemen masyarakat menjadi modal penting untuk membangun ekosistem olahraga yang semakin kuat.

“Kolaborasi ini menjadi penting. Bahkan kemudian mengundang antusiasme dari tokoh-tokoh untuk turun tangan menangani olahraga. Bagi kami, ini bukan sekadar kebanggaan, ini menunjukkan bahwa olahraga adalah pemersatu bangsa,” ujar Farhan.

Menutup sambutannya, Farhan mengajak seluruh masyarakat menjadikan olahraga sebagai bagian dari semangat perjuangan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menegaskan bahwa semangat tersebut harus dimiliki semua kalangan, baik generasi muda maupun masyarakat lanjut usia, untuk mewujudkan Kota Bandung yang unggul dan berkemajuan.

“Terlepas dari usia kita muda ataupun sudah tidak muda, dalam kondisi fisik yang masih prima ataupun sudah lansia, tunjukkanlah bahwa semangat olahraga adalah semangat perjuangan dalam koridor peradaban tertinggi manusia,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....