Ikasi Jabar Gelar West Java Fencing Challenge, 700 Atlet Bertanding

  • 05 Okt 2026 10:22 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Pengurus Provinsi Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Ikasi) Jawa Barat terus memperkuat komitmennya dalam pembibitan dan pembinaan atlet anggar sejak usia dini. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menggelar kejuaraan secara konsisten dan berkesinambungan melalui ajang West Java Fencing Challenge 2026.

Kejuaraan anggar tersebut dijadwalkan berlangsung pada 9-14 Oktober 2026 di Aula Grand Asliria Hotel, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung. Ajang dua tahunan ini menjadi bagian dari program pembinaan Ikasi Jabar untuk menciptakan jenjang kompetisi yang berkelanjutan bagi atlet dari berbagai kelompok usia.

West Java Fencing Challenge merupakan kejuaraan yang secara rutin digelar Ikasi Jabar di bawah kepemimpinan Ketua Umum Pengprov Ikasi Jabar Asyanti Rosyana Thalib sejak 2022. Memasuki penyelenggaraan ketiga, turnamen ini kembali mendapat sambutan positif dari klub-klub anggar di berbagai daerah di Indonesia.

"West Java Challenge ini merupakan agenda rutin dua tahunan Ikasi Jabar dan diikuti atlet-atlet yang mewakili klub anggar dari seluruh Indonesia," kata Asyanthi saat ditemui di Gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Senin 5 Oktober 2026.

Menurut Asyanti, Ikasi Jabar tidak hanya mengandalkan satu kejuaraan dalam menjalankan program pembinaan atlet. Selain West Java Fencing Challenge, pihaknya juga rutin menggelar West Java Fencing Open setiap dua tahun sekali dengan peserta yang tampil secara individu.

"Selain West Java Fencing Challenge, Ikasi Jabar pun rutin menggelar West Java Fencing Open dua tahun sekali yang pesertanya mewakili individu. Jadi setiap tahun itu, kita selalu menggelar kejuaraan berlevel nasional," ujarnya.

Asyanthi menjelaskan, penyelenggaraan West Java Fencing Challenge 2026 menjadi salah satu instrumen penting dalam proses pembibitan sekaligus pembinaan atlet secara berjenjang. Program tersebut tidak hanya menyasar atlet Jawa Barat, tetapi juga klub-klub yang berada di bawah pembinaan pengurus cabang Ikasi kabupaten dan kota di berbagai daerah Indonesia.

Pada penyelenggaraan tahun ini, West Java Fencing Challenge akan mempertandingkan tujuh kelompok usia, mulai dari usia 8 tahun, 10 tahun, 12 tahun, 14 tahun, kadet, junior, hingga senior. Pembagian kelompok usia tersebut diharapkan memberikan ruang bagi atlet muda untuk memperoleh pengalaman bertanding sejak dini sekaligus berkembang menuju jenjang prestasi yang lebih tinggi.

Untuk kelompok usia 8 dan 10 tahun, pertandingan akan difokuskan pada nomor senjata floret. Sementara itu, kelompok usia 12 tahun, 14 tahun, kadet, junior, dan senior akan mempertandingkan seluruh kategori senjata, yakni floret, degen, dan sabel.

Dari sisi partisipasi, West Java Fencing Challenge 2026 menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Hingga Senin 5 Oktober 2026, tercatat sekitar 700 atlet dari 52 klub anggar di berbagai wilayah Indonesia telah mendaftarkan diri untuk mengikuti kejuaraan tersebut.

"Untuk jumlah atlet yang terdaftar hingga saat ini mencapai 700 orang yang mewakili sekitar 52 klub anggar dari seluruh Indonesia. Tidak hanya dari Jawa Barat atau Pulau Jawa, tapi juga dari Kalimantan, Sulawesi, hingga Sumatera," tutur Asyanti.

Ia menambahkan, animo peserta pada tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan dua penyelenggaraan sebelumnya. Pada pelaksanaan perdana 2022, West Java Fencing Challenge hanya diikuti sekitar 200 atlet, kemudian meningkat menjadi sekitar 500 atlet pada penyelenggaraan 2024.

"Di tahun ini kembali meningkat hingga 700 atlet yang sudah terdaftar hingga saat ini. Ini menunjukkan jika kepercayaan terhadap pelaksanaan kejuaraan yang diinisiasi Ikasi Jabar terus meningkat," katanya.

Untuk menentukan juara umum klub, Ikasi Jabar menerapkan sistem penghitungan poin yang mengacu pada ketentuan Fédération Internationale d'Escrime (FIE) atau federasi anggar internasional. Peringkat pertama memperoleh 32 poin, peringkat kedua 26 poin, peringkat ketiga 20 poin, peringkat 5-8 sebanyak 14 poin, peringkat 9-16 sebanyak 8 poin, peringkat 17-32 sebanyak 4 poin, peringkat 33-64 sebanyak 2 poin, dan peringkat 65-96 mendapatkan 1 poin.

Total poin juara umum klub akan dihitung berdasarkan akumulasi seluruh poin yang diperoleh atlet dalam nomor perorangan yang diikuti. Jika terjadi kesamaan poin, penentuan juara akan mengacu pada peringkat tertinggi yang diraih atlet dari seluruh nomor pertandingan, sedangkan jika masih sama akan dilihat dari jumlah atlet yang dikirim klub.

Selain mengejar prestasi, Ikasi Jabar juga menyiapkan penghargaan bagi para atlet dan klub yang berhasil meraih hasil terbaik. "Untuk juara di setiap nomor akan mendapatkan medali serta piagam penghargaan, sedangkan untuk juara umum akan mendapatkan uang pembinaan total Rp45 juta," kata Asyanti.

Uang pembinaan tersebut akan diberikan kepada tiga klub terbaik dengan rincian Rp20 juta untuk juara umum pertama, Rp15 juta bagi juara umum kedua, dan Rp10 juta untuk juara umum ketiga. Dengan peningkatan jumlah peserta dari tahun ke tahun, Ikasi Jabar berharap West Java Fencing Challenge 2026 semakin memperkuat pembinaan atlet anggar sekaligus menjadi wadah lahirnya talenta-talenta potensial untuk masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....