Ratusan Pecatur Ikuti Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 di Bandung

  • 20 Sep 2026 14:42 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Sebanyak 930 pecatur dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 di Gedung Graha Tirta Siliwangi, Kota Bandung, Minggu 20 September 2026.

Turnamen tersebut digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI. Selain menjadi arena persaingan para pecatur, kegiatan ini ditujukan untuk memperluas pengalaman bertanding, menemukan talenta potensial, sekaligus mempererat hubungan antatlet dari berbagai daerah.

Pembukaan turnamen dilakukan Komandan Sesko TNI Marsekal Madya TNI M. Khairil Lubis yang hadir mewakili Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.

Sejumlah pejabat dan tokoh olahraga turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Gubernur Jawa Barat, Dankodiklatad, Danpussenif, Pangkorpasgat, Dankoharmatau, Kapolda Jawa Barat, Kasdam III/Siliwangi, Wali Kota Bandung, Ketua Umum KONI Pusat, Ketua Umum KONI Jawa Barat Dr. Muhammad Budiana, perwakilan PB Percasi, Ketua Umum PB Percasi Jawa Barat, Ketua Dewan Pembina PB Percasi Ir. Eka Putra Wirya, serta Grand Master Internasional Utut Adianto.

Dalam amanat Panglima TNI yang dibacakan Marsekal Madya TNI M. Khairil Lubis, TNI menegaskan komitmennya untuk ikut mendorong peningkatan prestasi olahraga nasional.

Komitmen tersebut disebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, terutama dalam aspek pembinaan dan peningkatan prestasi atlet.

"Open Tournament Piala Panglima TNI merupakan salah satu bentuk kontribusi TNI dalam mendukung perkembangan olahraga nasional. Olahraga, tidak hanya berkaitan dengan hasil pertandingan. Kompetisi juga menjadi sarana menanamkan sportivitas, semangat juang, kehormatan, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kepercayaan terhadap kemampuan diri," kata M Khairil.

Peringatan HUT ke-81 TNI tahun ini mengusung tema "Prestasi Olahraga TNI, Prestasi Olahraga Indonesia". Melalui tema tersebut, kegiatan olahraga diharapkan dapat berkontribusi terhadap lahirnya prajurit dan masyarakat yang sehat serta tangguh, sekaligus mendorong kemunculan atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Indonesia.

Pembina PB Percasi sekaligus Grand Master Internasional Utut Adianto mengapresiasi pelaksanaan turnamen catur tersebut. Menurut Utut, kompetisi semacam ini memiliki arti penting karena dapat menjadi ruang bagi pecatur untuk memperoleh pengalaman sekaligus membuka peluang ditemukannya pemain-pemain baru yang berpotensi dikembangkan.

"Tanpa pelatihan yang kontinu, tidak akan muncul lagi pemain seperti Susanto Megaranto maupun Satria Duta Cahaya," ujar Utut.

Ia menilai keberadaan pusat pelatihan atau training center dengan program pembinaan yang berkualitas menjadi salah satu elemen penting untuk menjaga kesinambungan prestasi catur Indonesia.

Dukungan berbagai pihak juga dibutuhkan untuk menciptakan ekosistem pembinaan yang kondusif.

Potensi pecatur, kata Utut, tidak hanya berada di satu wilayah sehingga pembinaan perlu dilakukan secara konsisten di berbagai daerah.

Jawa Barat menjadi salah satu wilayah yang diharapkan dapat terus melahirkan pecatur berprestasi. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, peluang atlet untuk bersaing di level nasional maupun internasional dapat semakin terbuka.

"Harapannya ke depan semakin meningkat minat terhadap catur dan semakin banyak atlet yang diharapkan dari semua daerah, khususnya Jawa Barat, bisa mengharumkan nama Indonesia. Kuncinya latihan dan latihan," kata Utut.

Selain aspek kompetisi, Utut menilai catur memiliki manfaat dalam melatih kemampuan berpikir. Permainan tersebut menuntut pemain menyusun strategi, memperhitungkan setiap langkah, mengantisipasi risiko, serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat terjadi.

Dengan melibatkan 930 peserta, Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 di Bandung menjadi salah satu ajang yang mempertemukan pecatur dari berbagai daerah dalam satu kompetisi. Kegiatan ini sekaligus diharapkan memperkuat ekosistem catur dan membangun sinergi antara TNI, Polri, organisasi olahraga, atlet, serta masyarakat dalam pembinaan olahraga secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....