Ketua Cabor dan Konida Menguatkan Dukungan Dwi Jati Pimpin KONI Jabar

  • 06 Sep 2026 11:53 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Dukungan terhadap Mayor Jenderal (Mayjen) TNI (Purn) Dwi Jati Utomo sebagai calon Ketua Umum KONI Jawa Barat periode 2026-2030 disebut terus mengalir deras dari 50 Ketua Cabor dan Badan Fungsional, Komite Olahraga Nasional Indonesia Daerah (Konida) mendukungnya secara tertulis.

Dukungan tersebut dinilai semakin menguat setelah pelaksanaan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Jawa Barat 2026.

Menguatnya dukungan tersebut menjadi modal tersendiri bagi Dwi Jati Utomo menjelang proses pemilihan Ketua Umum KONI Jawa Barat. Sejumlah cabor dan badan fungsional disebut telah menyampaikan dukungan secara tertulis, sementara jumlah dukungan diklaim masih terus bertambah menjelang tahapan Musorprov KONI Jawa Barat.

Dwi Jati Utomo dinilai memiliki pengalaman yang cukup panjang untuk mengemban tugas memimpin organisasi olahraga prestasi di Jawa Barat. Selain memiliki pengalaman selama 36 tahun dalam dunia kemiliteran, ia juga pernah terlibat dalam pembinaan olahraga, khususnya melalui cabang olahraga hoki dan wushu.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu pertimbangan yang membuat namanya diperhitungkan dalam bursa calon Ketua Umum KONI Jawa Barat. Pemahaman terhadap pembinaan atlet, organisasi olahraga, hingga kebutuhan cabor menjadi bekal yang dinilai penting untuk menghadapi tantangan olahraga prestasi Jawa Barat ke depan.

Dwi Jati juga menyoroti pentingnya hubungan yang harmonis antara KONI Jawa Barat dengan pemerintah daerah. Menurutnya, komunikasi dan koordinasi harus dibangun secara terbuka agar dukungan terhadap pembinaan atlet dan cabor dapat berjalan secara berkesinambungan.

“Lebih mudah, pasti. Masa sih, sobatnya mau jadi Ketua KONI tidak didukung? Saya juga sebagai ketua cabor merasakan sulitnya membina olahraga, apalagi yang masih tergantung APBD,” ujar Dwi Jati, Minggu 6 September 2026.

Menurut dia, dukungan anggaran merupakan salah satu komponen penting dalam menjaga keberlangsungan pembinaan olahraga prestasi. Persoalan tersebut menjadi semakin strategis mengingat Jawa Barat akan menghadapi babak kualifikasi PON yang dijadwalkan berlangsung pada 2027.

“Kita dapat informasi dari Kadispora yang disampaikan kepada Pak Gubernur bahwa BK PON memerlukan sekitar Rp200 miliar. Pak Gubernur siap menyiapkan,” katanya.

Menurut Dwi Jati, sinergi antara KONI, pemerintah daerah, cabor, dan seluruh pemangku kepentingan olahraga perlu diperkuat agar persiapan atlet menuju PON dapat dilakukan secara optimal.

Jika mendapat kepercayaan memimpin KONI Jawa Barat, Dwi Jati Utomo mengaku telah menyiapkan gagasan yang menitikberatkan pada persatuan, kolaborasi, dan peningkatan prestasi. Ia membawa visi “Bersatu untuk Meraih Juara” sebagai landasan dalam menjalankan roda organisasi olahraga prestasi Jawa Barat.

“Bersatu untuk meraih juara, kemudian meningkatkan prestasi. Kalau enggak bersatu susah. Untuk menuju bersatu, kita harus berkolaborasi, saling percaya dan bersatu sama-sama,” tutur Dwi Jati. Ia menilai persatuan antar cabor, badan fungsional, Konida, atlet, pelatih, dan seluruh elemen olahraga merupakan fondasi penting untuk menjaga prestasi Jawa Barat.

Selain mengejar prestasi, Dwi Jati menegaskan aspek kesejahteraan atlet dan pelatih tidak boleh diabaikan. Ia menilai hak atlet dan pelatih harus diberikan secara utuh dan tepat sasaran sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan mereka mengharumkan nama Jawa Barat.

“Yang paling utama atlet kita harus sejahtera. Haknya jangan sekali-kali dikurangi, jangan diambil. Harus sampai kepada yang bersangkutan,” tegas Dwi Jati. Jika terpilih, ia berkomitmen menghidupkan kembali sejumlah program peningkatan kesejahteraan atlet dan pelatih sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga Jawa Barat yang lebih solid, transparan, dan berprestasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....